Tags

, , ,

Ringkasan Kajian Subuh yang lalu :

Kaum Bani Israel di zaman Nabi Musa menemui jenazah yang belum diketahui siapa pembunuhnya. Mereka minta bantuan kepada nabi Musa, agar mohon kepada Allah memberitahu siapa pelakunya.

Allah memberikan syarat agar menyembelih sapi betina, yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, berwarna kuning keemasan……..

Sapi yang tidak membajak (bukan sapi pekerja), dan bukan sapi yang diperah susunya, sapi yang mulus (tanpa cacat).

Dirawayatkan bahwa kaum Bani Israel pernah mengucapkan Insya Allah dalam kasus ini, maka dengan bimbingan Allah maka merekapun berhasil menemukan sapi yang dimaksud, tetapi kalau tidak niscaya mereka tidak akan pernah menemukannya.

Sapi tersebut adalah milik seorang anak yatim – satu-satunya warisan dari Ayahnya yang sudah meninggal dunia, karena itu dirawatnya dengan penuh kasih sayang.

Si anak seorang diri menghidupi dan merawat Ibunya yang juga sudah sakit-sakitan.

Ketika kaum Bani Israel mendapatkan sapi yang dicarinya ini, langsung menyampaikan maksudnya ingin membeli sapi tersebut. Tapi si Anak keberatan, karena hanya sapi inilah satu-satunya peninggalan orang tuanya.

Dengan berbagai cara kaum Bani Israel berusaha agar si anak mau menjual sapinya, singkat serita mereka berhasil dan si anak mengajukan satu syarat :

“Sapi tersebut dihargai dengan harga emas seberat kulit sapi yang bersangkutan”

Info dari semuatentangsapi.blogspot, bahw berat rata-rata kulit seekor sapi adalah sekitar 25 kg, berarti sapi itu dibayar seharga 25 kg emas (25.000 gr x Rp. 350.000/gram = Rp. 8.750.000.000)

Seekor sapi dihargai Rp 8,7 milyar, fantastis …!!!!

Karena mencari sapi sudah merupakan keputusan, maka Kaum Bani Israel tidak keberatan.

Akhirnya sapi dibawa pulang, disembelih, diambil lidahnya dan dipukulkan ke jenazah itu.

Dengan kekuasaan Allah jenazah tersebut hidup kembali dan memberitahu bahwa yang membunuhnya adalah KEPONAKANNYA – yang merupakan ahli waris satu-satunya.

Diriwayatkan juga bahwa jenazah ini sebelumnya dalah orang yang dermawan, suka menyumbangkan kekayaannya kepada siapa saja yang membutuhkan. Hal ini tentu saja membuat keponankannya tidak sabaran, khawatir hartanya habis dan tidak kebagian.

Dalam hukum saat itu siapa yang terbukti membunuh akan dihukum pancung.

Karena si ponakan tidak sabar, akibatnya harta tidak dapat, dihukum pancung pula….hayaaa..