Tags

, , ,

Pagi ini, Sabtu (2/4) pukul 8.30 WIB saya mengikuti rapat orang tua murid (Komite Sekolah) di sekolah Kevin – kelas VI Sekolah Dasar. Dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional (UN).

Selama ini untuk rapat di sekolah anak-anak, saya serahkan kepada Mamanya, karena yang mendominasi kehadiran biasanya memang Ibu-ibu, sedang bapak-bapak hanya beberapa orang saja.

Kebetulan ada rencana mau bezuk saudara yang sedang dirawat di rumah sakit Cinere, maka kami bagi-bagi tugas. Saya ikut rapat dan Mamanya bezuk.

Yang di bahas adalah “Nilai Akhir Standar Minimal Kelulusan“, ditentukan oleh orang tua murid dan sekolah. Setelah diputuskan, orang tua murid harus menanda-tangani surat persetujuan bermaterai.

Kenapa harus ditandatangani ?

Sekolah beralasan agar tidak ada tuntutan di kemudian hari dari orang tua murid, karena sudah “diputuskan‘ secara bersama-sama. Padahal surat itu dengan keputusan standar nilai minimal kelulusan sudah disiapkan sebelumnya dari pihak sekolah, dengan jumlah nilai yang persis seperti yang dibicarakan…

Kelihatannya hanya sekedar formalitas…

Saya hanya bertanya dalam hati (karena baru mengalami seperti ini) : “Apa begini model sistem pendidikan saat ini, apa kelebihannya dari sistem pendidikan yang lama ? ”

Dulu kita juga pernah sekolah, tapi kayaknya tidak perlu diatur seperti ini ……….