Tags

, , , , , , , ,

Pengajian ba’da Subuh, Senin (21/3), masih menceritakan kisah tentang Kaum Bani Israel atau Yahudi sebagai Ummat Nabi Musa.

Ketika itu masyarakat menemukan mayat seorang laki-laki dipinggir jalan. Lelaki tersebut selama ini dikenal sebagai seorang kaya-raya, tapi tidak punya keluarga – istri maupun anak.

Karena tidak ada yang tau, siapa pembunuhnya mereka saling tuduh satu sama lain

[mungkin saat itu belum ada polisi atau reserse yang bisa melakukan penyelidikan].

Untuk mengatasai masalah tersebut, masyarakat memutuskan untuk bertanya kepada Nabi Musa as.

Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT, agar diberi petunjuk perihal kejadian di atas.

Kemudian Allah memerintahkan kepada kaum Bani Israel untuk menyembelih seekor sapi betina, dan lidah sapi tersebut dipukulkan kepada mayat yang menjadi sumber permasalahan itu. Dengan kuasa Allah mayat itu akan hidup, untuk memberi penjelasan, siapa pembunuhnya dan karena apa.

Tetapi sebelum melakukan perintah tersebut, kaum Bani Israel bertanya lagi kepada Nabi Musa, sapi betinanya seperti apa dan umurnya berapa, yang tua atau yang muda.

Nabi Musa mohon petunjuk lagi kepada Allah SWT, dan dijawab : ”Sapi betina yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda”

[maksudnya sapi betina STW –  Setengah Tuwa].

Kisahnya bersambung ke pengajian Subuh hari Senin depan……….

——————-

Tetapi dari sepenggal kisah di atas, kita bisa mengambil hikmahnya :

Pertama :

Pada saat itu Kaum Bani Israel membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah, karena itu Allah sengaja memerintahkan untuk memotong seekor sapi, dengan maksud agar kaum Bani Israel paham bahwa sapi bukanlah sesuatu yang layak untuk disembah, tapi sangat layak untuk disembelih.

Kedua :

Berikanlah  contoh yang baik kepada anak cucu kita, karena apa yang kita perbuat saat ini juga akan diikuti oleh keturunan kita,  terbukti beribu-ribu tahun kemudian kita bisa menyaksikan anak cucu mereka (diantaranya yang beragama Hindu) masih menyembah sapi. Bahkan di India, kotoran sapi saja tidak boleh dilindas atau diinjak, tapi harus dihindari (saking hormatnya).

Ketiga :

Bagi Allah tidak ada yang susah, karena dengan Qunfayakuun mayat tersebut bisa hidup kembali, atau bisa memberitahu langsung siapa pembunuhnya. Tapi Allah ingin supaya ummatnya berusaha terlebih dahulu baru berdoa minta pertolongan-Nya.

Advertisements