Tags

, , , ,

Kamis (3/3), pukul 8 malam kemarin, Kevin (11) minta dibelikan 2 butir telur bebek untuk tugasnya belajar membuat telur asin di sekolah besok pagi.

Kevin, memang suka begitu, kalau ada tugas-tugas sekolah, ngasih taunya kalau waktunya mepet seperti itu. Ternyata temannya (tetangga kami) juga begitu….

Tadi pagi, setelah ngantar Thalita (adik Kevin) ke sekolah, saya mulai berburu telur bebek dan aksesorisnya.

Biasanya ada di salah satu warung langganan di pasar kaget dekat rumah. Ternyata sampai di sana tidak ditemukan. Saya harus nyari di beberapa warung yang lain, alhamdulillah ketemu masing-masing dengan harga Rp. 2.000,-

Kemudian saya harus nyari garam kotak/balok, nah….kali ini ketemu harganya Rp. 3.500/bungkus (berisi 10 balok garam).

Tapi masih ada yang ketinggalan, yaitu abu gosok.

Ternyata di pasar ini, tidak satupun warung yang jual abu gosok .

Akhirnya saya harus nyari di pasar kaget yang lain (jarak sekitar 200 meter dari pasar sebelumnya), dan saya harus nanya kesana-kemari untuk menemukannya dengan harga Rp. 1.000,-/bungkus.

Malam ini saya cerita sama istri, kalau kita menjual telur asin yang dibuat Kevin, satu butirnya berapa ya?

Karena untuk dua butir telur bebek, 1 blok garam dan abu gosok, dibutuhkan biaya Rp. 8.500,-

Jadi kalau dihitung dengan tenaga kerja, modalnya menjadi Rp. 10.000,- artinya untuk masing-masing telur bebek yang sudah diasinin harus terjual seharga Rp. 5.000,-

He3x….siapa yang mau beli…???

Advertisements