Tags

, , , ,

Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan dari pukul 13.00 s/d 15.00 WIB (siang ini), benar-benar membasahi daerah sekitarnya (saya ga tau apakah daerah lain juga hujan..?). Bahkan bukan saja membasahi tanah dan jalanan, mungkin juga mengakibatkan banjir di mana-mana.

Biasanya dengan hujan seperti ini jalanan langsung macet, karena genangan air atau banjir yang mengakibatkan pengguna jalan menjadi harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan.

Pengendara kendaraan bermotor, khususnya roda dua akan mencari jalan agak ke tengah atau lebih memilih berhenti di halte, di bawah jembatan layang (fly over), jalan terowongan (under pass), di bawah jembatan penyeberangan, di bawah pohon, atau di warung/toko dll, yang bisa dijadikan tempat untuk berlindung.

Motor yang berhenti dan parkir karena pengendaranya kehunjanan, semakin lama akan semakin ketengah, menutup sebagian besar jalan.

Mengakibatkan macet, dan akan berimbas ke mana-mana, juga akan terasa sampai malam hari….

Untuk pengguna jalan, dari arah Depok, Pasar Minggu, Pancoran, Manggarai menuju Salemba atau sebaliknya, titik-titik yang harus diwaspadai adalah under pass Pasar Minggu, fly over atau perapatan Pancoran dan Under Pass Manggarai (di bawah jalan kereta api Jabodetabek), biasanya jalanan dipenuhi oleh motor-motor yang parkir.

Sudah merupakan penyakit  jalanan di Jakarta, jika satu titik di suatu daerah, terdapat suatu kejadian atau kecelakaan yang mengakibatkan macet parah, akan berimbas ke daerah-daerah lainnya sampai ke jalan tol dan sebagainya.

Pernah suatu hari hujan seperti ini, saya mendengar berita di radio, ada kecelakaan di jalan tol Jagorawi dari Cawang menuju Bogor sebuah Trailer yang membawa kaca terbalik, sehingga kacanyanya bertebaran ke mana-mana, sejak jam 12 siang.

Efek berantainya mulai kelihatan dari pintu masuk tol Cawang macet panjang, semakin sore mengakibatkan Cawang sendiri macet, semakin malam mundur lagi sampai ke Gatot Sobroto (Pancoran) yang macet, mundur lagi arah ke Utaranya Kampung Melayu, Matraman, Salemba, begitu juga arah yang lain seperti tol menuju Priok dan seterusnya.

Saya sangat merasakan efek tsb, kebetulan saya dalam perjalanan dari arah Srengseng pukul 15.30 WIB menuju Kenari, Jakarta Pusat, sampai di tujuan pukul 19.30. jadi perjalanan memakan waktu 4 jam.

Yang repotnya kebelet buang air kecil lagi, bayangkan betapa sakitnya untuk “bertahan” sejak mulai terasa di Pancoran sampai tersalurkan di Salemba (sudah tidak tertahankan).

Yang jadi korban adalah botol air mineral……….. 😦