Tags

, , , , , ,

Hari ini (Sabtu, 22 Januari 2011), kami ke Anyer melalui Tol Jakarta – Merak, berangkat dari pukul 8.45 WIB dan sampai di lokasi pukul 11.30 WIB, hanya membutuhkan waktu 2 jam dan 45 menit.

Ketika di perjalanan (di jalan Tol), kami menyaksikan di arah sebaliknya dari Merak – Jakarta sebuah trailer bermuatan jagung terbalik, mengakibatkan kemacetan yang sangat panjang.

Setelah urusan di Anyer selesai, pukul 4 kami kembali ke Jakarta, melewati Pintu Tol Cikupa, ternyata di kilometer 17 perjalanan mulai tersendat dan macet.

Kami mendapatkan informasi dari radio, bahwa kemacetan diakibatkan oleh terbaliknya sebuah trailer di kilometer 12 yang bermuatan jagung.

Astagfirullah al’aziimm….

Kami sudah tidak punya jalan lagi untuk berbalik arah atau mencari jalan alternatif.

Ternyata sampai malam ini (pukul 20.00 WIB), kecelakaan yang kami lihat tadi pagi, belum selesai diatasi oleh Jasa Marga atau yang berkompeten.

Yang kami sesalkan adalah pihak Jasa Marga, maupun Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) atau apapun namanya, yang tidak memberikan informasi kepada pengguna jalan, bahwa ada kemacetan.

Kami masih punya fikiran bahwa jalan tol adalah suatu jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain (Wikipedia).

Bisa dibayangkan berapa ribu liter bahan bakar yang diperlukan untuk ribuan kendaraan yang melewati jalan tol tersebut dalam keadaan macet seperti itu?

Padahal, Jasa Marga bisa memberitahukan supaya pengguna jalan mencari jalur alternatif, misalya lewat Serpong kemudian masuk ke Tol Simatupang.

Untuk Jasa Marga mungkin menguntungkan, karena walaupun macet pengguna tetap melewati dan membayar tol mereka. Tapi terfikirkankah oleh mereka, bahwa kelalaian mereka tersebut merugikan negara secara nasional…?

Akibatnya dari kilometer 17 sampai ke kilometer 12 (hanya 5 km) harus kami tempuh selama 1 jam dan 30 menit.

Sampai di rumah pukul 21.00 WIB, jadi dari Anyer ke Jakarta membutuhkan waktu 5 jam.

Trailer yang isinya jagung

Trailer yang isinya jagung