Tags

, , ,

Bola

Sumber : adityaekanugraha.blogspot.com

Saya termasuk orang yang tidak paham dengan sistem pejualan dan pendistribusian karcis sepakbola, di Indonesia.

Begitu rumit, sangat amburadul dan berantakan (“Berantakannya Sistem Penjualan Online Ticket Final Piala AFF”)

Sampai menyebabkan jatuh korban meninggal ketika antri membeli karcis bola di Gelora Bung Karno, fasilitas Gelora dirusak, karena para pengunjung mengamuk.

Sangat memalukan, sebagai bangsa yang besar tapi mengurus penjualan karcis saja tidak becus…..!!!

Banyak pertanyaan-pertanyaan, yang saya sendiri bingung mencari jawabannya kemana…..???

Apa sebabnya kalau beli karcis, hanya menerima kupon/kwitansi/voucher…???

Untuk ditukarkan sehari sebelum pertandingan atau pada hari dan saat akan digunakan. Padahal antrinya, begitu panjang dan butuh tenaga yang tidak sedikit serta mebuang waktu berjam-jam.

Kenapa  tidak langsung diberikan karcis saja, sehingga tidak harus bolak-balik dan membuang-buang waktu dan biaya….???
Kenapa tidak dengan cara on-line, pada hal pembelian tiket pesawat terbang bisa, dan hasil print-out-nya juga bisa digunakan di dalam maupun di luar negeri.

Saya punya pengalaman dua kali membeli karcis bola, ketika rencana pertandingan MU (Manchester United) dan pertandingan kesebelasan Indonesia dangan Filipina tanggal 26 Desember yang lalu.

Keduanya dengan kasus yang sama, walaupun untuk pertandingan MU dibatalkan dan harga karcisnya dikembalikan………..

Kenapa setiap karcis tidak ada nomor tempat duduk…???

Apakah ada hubungan dengan permainan pajak, agar tidak bisa dihitung berapa jumlah penonton dan berapa nilai pajak yang harus dibayar…???

Benarkah ada mafia karcis yang bermain dibalik ini, seperti yang dikatakan orang-orang…???

Beberapa artikel yang berhubungan :  “Sulitnya mendapatkan Karcis”,Cara Kuno Distribusi Tiket ala PSSI”

Advertisements