Tags

, , ,

Hari ini (Kamis, 16 Desember 2010 ), saya mengantar istri dan anak-anak mengurus paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Saya mencoba mengurus sendiri, karena saya dapat informasi bahwa sudah ada e-Paspor (elektronik Paspor), yaitu suatu sistem yang dirancang untuk pembuatan paspor.

Kami berangkat dari rumah pukul 7.30 pagi, menuju Warung Buncit (Kantor Imigrasi Jakarta Selatan), sampai di sana ternyata kantornya pindah sementara ke Jl. Simatupang (antara Fatmawati dengan Pondok Indah) karena sedang di renovasi, akibatnya kami harus mencari-cari dulu dan sampai di tempat pukul 9.

Kami dapat nomor antrian di atas 600an, sedangkan formulir, harus diminta di Koperasi (ada yang ngasih duit ada yang ga), walaupun sudah di umumkan bahwa formulir diberikan tanpa biaya.

Semua fotocopy yang sudah saya siapkan dua hari yang lalu tidak terpakai sama sekali, karena kertas yang digunakan untuk fotocopy harus A4 (saya menggunakan kwarto), alasannya supaya terbaca di komputer. Sehingga kami harus bayar 15.000 untuk 3 rangkap foto copy Akte Kelahiran, Paspor orang tua (saya), Surat Nikah, KTP, NPWP dll dan membayar 15.000 untuk Surat Pernyataan Orang Tua beserta materai untuk paspor anak-anak.

Pukul 11 nomor antrian yang dipanggil baru sampai 245, karena itu kami memutuskan untuk mengurus penerimaan rapor anak-anak di sekolahnya masing-masing terlebih dahulu.

Pukul 3 siang kami kembali ke kantor Imigrasi, ternyata nomor antrian baru sampai 363, bayangkan untuk mencapai nomor antrian 600an sampai jam berapa….????

Sejak siang pukul 11 (nomor antrian yang dipanggil baru 245) saya mencoba memperkirakan kami selesai sampai jam berapa. Karena loketnya lumayan banyak, sehingga saya bisa merata-ratakan waktu pengurusannya.

Sejak Kantor Imigrasi mulai operasi (8 pagi s/d pukul 11), baru memanggil 245 pelanggan.

Jadi 245 dibagi dengan 3 jam, adalah 245/180 menit = 1.36 nomor antrian/menit.

Untuk mencapai nomor antrian misalnya 630 berarti 630 dikurangi 245 = 385 nomor antrian lagi

385 / 1.36 = 4.71 artinya 4.71 jam atau jika dibulatkan menjadi 5 jam

Jadi paling tidak waktu yang dibutuhkan adalah 5 jam di tambah 1 jam istirahat siang dan 1 jam istirahat shalat magrib,  menjadi 7 jam, yang artinya jika dihitung dari pukul 11, kami baru terlayani pukul 7 malam.

Ternyata perkiraan saya tidak jauh berbeda, sebelum pukul 7 malam sudah di panggil tapi hanya untuk konfirmasi, baru pukul 9 malam menyerahkan dokumen dan selesai pukul 10 malam….!!!!

Suasana di Imigrasi pukul 9.27 malam

Suasana di Imigrasi pukul 9.27 malam

Itupun dijanjikan baru bisa difoto hari Selasa (21/12), dan ketika kami tanyakan kira-kira paspornya selesai kapan..???

Jawabnya 7 (tujuh) hari kerja, sejak selesai di foto, kami diberikan penjelasan bahwa baru bisa diambil Selasa (28/12) karena tanggal 25 adalah hari libur. Artinya untuk mendapatkan paspor Indonesia, khususnya untuk kami, butuh waktu 12 (dua belas) hari.

Jaman gini, ngurus paspor masih butuh waktu 12 hari atau 2 minggu. Katanya Imigrasi sudah menggunakan e-Passport atau elektronik Paspor…????

Kelebihannya apa, ya..?????

Suasana di Imigrasi pukul 9.27 malam

Suasana di Imigrasi pukul 9.27 malam