Tags

, ,

Ketika kami menyusuri Chaopraya River menggunakan boat, kemudian menyaksikan Floating Market (Pasar terapung di Wat Arun, Bangkok yang sudah tidak banyak lagi penjualnya).

Kami juga diajak ke suatu lokasi dan menyaksikan kehidupan ratusan ikan Patin berukuran panjang sekitar 1 meter dengan diameter badan sekitar 20 centi meter.

Menurut Alan (guide kami), masyarakat menganggap ikan-ikan Patin tersebut adalah ikan keramat atau ikan suci, sehingga mereka tidak berani menangkap atau memancingnya, apalagi memakannya. Saya teringat dengan hal yang sama di Tanah Air, seperti Kolam Ikan yang di Kuningan, Jawa Barat, maupun di Kolam Air Jernih daerah Payakumbuh, Sumatra Barat.

Ikan-ikan Patin tersebut dijadikan salah satu daya tarik dan objek wisata di Chaopraya , yang disuguhkan kepada turis-turis. Petugas boat biasanya sudah mempersiapkan beberapa bungkus roti tawar yang sangat digemari ikan ini, sebungkusnya dihargai 20 Bath (atau dikali dengan Rp 390, yaitu sekitar Rp. 6.800).

[Maaf, karena saya ga ngerti cara membuat Bath tertulis, jadi saya juga ga tau tulisan mana yang benar. Apakah Bathnya sebelum angka, atau setelah angka]

Roti ini seolah-olah sebagai pancingan agar ikan-ikan tersebut nongol ke permukaan.