Tags

Jakarta – Berbicara makanan yang namanya Pancake, fikiran saya melayang jauh ke masa silam. Puluhan tahun yang lalu ketika masih kecil.

Makanan ini di kampung saya namanya adalah “PINUKUIK” mungkin plesetan dari “PANCAKE“, yaitu makanan kecil yang kebiasaan kami (sekali lagi di kampung saya) di jual dan dinikmati di pagi hari.

Tetangga sayalah yang membuat dan  menjual Pinukuik ini, diolah dari adonan tepung beras, tape, telur dan gula, kemudian di bakar (di goreng tanpa minyak) diatas tungku api berbahan bakar kayu, beda dengan  SERABI yang biasanya dihidangkan bersama kuah santannya.

Sebelum di jajakan keliling kampung, pagi-pagi sekali saya adalah orang (anak) pertama yang beli  makanan ini.

Hampir setiap hari saya menikmatinya ketika baru keluar dari penggorengan (dulu belum lazim digunakan kata-kata “fresh from the oven“).

Nah…entah apa sebabnya, sejak seminggu yang lalu anak saya Kevin, setiap hari minta dibeliin Pancake.

Karena itu pada hari Rabu (15/9) selesai shalat Magrib, kami siap-siap mau ke tempat Om di Depok, untuk silturrahmi sekalian mampir di Margo City Depok, di sana ada “THE PANCAKE PARLOUR”.

Kami Pesan Pancake Chocolate Delight, Cottage Fries, Pancake Strawberries, Pancake Mozzarella  :

Minumannya Hot Lemon Tea:

Setelah selesai makan, tidak lupa kami bawakan juga buat Om sekeluarga beberapa tangkup (karena satu paketnya terdiri dari dua buah Pancake) Chocolate Delight, sebagai oleh-oleh.