Tags

Tahun 1977 adalah tahun pertama saya masuk SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri, uniknya SMP saya ini adalah ex Sekolah Teknik (ST) Negeri I,  sehingga nama sekolahnya adalah “SMP/ex ST Negeri I“.

Pada tahun berikutnya, 1978 (ketika itu yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) adalah Prof DR. Daud Yusuf), mencanangkan suatu kebijakan penambahan waktu belajar (semua jenjang pendidikan) selama satu semester (6  bulan) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Jadi untuk menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama saya dan orang tua harus menghabiskan waktu dan biaya selama 7 (tujuh) Semester.

Maka saya dengan 15 orang teman yang lain di kumpulkan menjadi satu kelas istimewa namanya Kelas II A atau Kelas Pengayaan, yaitu kumpulan dari siswa-siswa terbaik di masing-masing kelas, padahal kelas yang lain paling sedikit adalah 40 (empat puluh ) orang.

Mulai saat itu terjadi perubahan tahun ajaran baru, tadinya tahun ajaran baru dimulai setiap bulan Januari (awal tahun), sekarang menjadi bulan Juli.

Entah apa sebabnya, SMP/ex ST Negeri I harus dileburkan dan digabungkan dengan SMP Negeri 8 yang sudah ada waktu itu walaupun juga baru berdiri sekitar 2 tahun. Karena itu ijazah terakhir SMP saya adalah dari SMP Negeri 8 yang saya dapatkan pertengahan tahun 1980.

Hal yang sama juga dialami oleh teman-teman saya di SMP/ex ST Negeri II yang dipindahkan ke SMP Negeri 5, ada juga SMP/ex SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama), tapi saya ga tau bergabung dengan SMP yang mana…????

Bagaimana kebijakan Pemerintah (dalam hal ini P& K) saat itu sayapun ga tau..??? Apakah mau menghapuskan sekolah kejuruan…???

Terus apakah ada evaluasi atau penelitian yang bisa menjawab bahwa Program Penambahan Waktu Belajar selama 6 bulan tersebut menghasilkan manusia Indonesia yang lebih bermutu atau mutu pendidikan di  Indonesia lebih baik…???

Wallahu’alam………

Catatan :

Tulisan ini adalah bentuk parstisipasi  saya atas “Gerakan SEO Positif “untuk membersihkan keyword Anak SMP dari duniaa pornografi. Mudah-mudahan bermanfaat.

Advertisements