Tags

Kemaren (6/8), ketika saya melayat ke rumah duka (meninggalnya kakak ipar) di Komplek Dosen UI Ciputat. Saya kembali diingatkan dengan Peristiwa “Jebolnya Tanggul Situ Gintung” sekitar satu setengah tahun yang lalu (pukul 2 dini hari, Jumat, 27 Maret 2009).

Ketika hujan lebat mengguyur daerah sekitarnya dan Jakarta, air dari Situ Gintung meluap menjadi air bah, turun mencari jalannya, semua diterjang………………..

Dari informasi yang dapat dikumpulkan rumah-rumah terendam, puluhan mobil hanyut, lebih dari 65 orang tewas (bayi, anak-anak, orang tua,  wanita sulit melarikan diri), 72 orang hilang.

Menghancurkan 3 desa dengan luas wilayah lebih dari 5 km persegi.

Situ ini tepat berada di depan rumah kakak sepupu saya, hanya dibatasi oleh jalan raya dan satu rumah di seberangnya (sekitar 25 meteran).

Foto ini diambil dari bagian belakang Mesjid Al-Irfan, satu-satunya mesjid yang ada di Komplek Dosen UI, Ciputat, sebelum Shalat Jumat dan Shalat Jenazah dilaksanakan, sebagai imam dan khotib adalah Prof. DR.KH. Aziz Fahrurrozi, MA, Pembantu Dekan Bidang Akademik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat.

Informasi lain dari Situ Gintung, menurut masyarakat sekitarnya adalah tentang daratan (pulau) yang ada di tengah Situ, pernah PINDAH TEMPAT dari posisi sebelumnya.

Sedangkan tempat yang tadinya menjadi objek wisata dengan fasilitas lapangan golf dan rumah makan yang cukup luas menjadi tidak terpakai.

Tapi saat ini kelihatan sudah mulai ada kegiatan lagi, apakah Situ ini akan dikembalikan ke fungsinya lagi……? Ada yang tau …………..?????

[Foto-foto di atas adalah kondisi terakhir 6 Agustus 2010)

Advertisements