Tags

Untuk mengejar waktu, dari Kenari Jakarta Pusat (19.15) menuju Shashi Cafe Kemang Jakarta Selatan. Saya harus naik ojek diiringi gerimis, karenanya harus ganti sepatu dengan sendal agar tidak basah, melewati Jl. Raden Saleh, Cikini, Jl. Surabaya, Jl. Diponegoro, Jl. Rasuna Said (Kuningan), Mampang, Bangka I, Bangka Raya dan sampai di Kemang pukul 19.55.

Naik taxi, sampainya besok pagi…………, karena sepanjang jalan MACET. Atau bawa mobil sendiri, atau bawa motor sendiri, ga laaahhhh……

Sampai di depan Pasar Festival, Kuningan, si Abang ojek menawarkan agar pakai mantel hujan, karena gerimisnya sudah berubah menjadi hujan dan semakin deras.

Janjiannya sebetulnya pukul 19.00, jadi saya terlambat 55 menit. Di pintu masuk, saya mendekati pos security untuk merapikan diri, ganti sendal dengan sepatu biar kelihatan pantas untuk bergabung.

Pas datang, pas acara dinner di mulai, kebenaran…….We can start now …….karena kebetulan lapaaaaar……

Mulai makan sopnya, Lebanese Salad, roti bakar ala Lebanon (Middle-East) namanya Pitta Bread seperti Chappati dari India, Nasi Kebuli, dan Nasi yang lain hanya sebagai pelengkap…………

Ditutup dengan ice cream, dan potongan-potongan buah…………

Tentu saja tidak lupa mencoba Sisha, rokok khas Timur Tengah dengan pilihan rasa buah apel, anggur, strawberi, semangka, aprikot, kiwi, guava, dan lain-lain. Saya pilih apel saja…….

Yag menarik lagi, di Shisha Cafe Kemang ini adalah Belly Dance atau tari perut (ga di foto) , yang  jadwalnya setiap hari Jumat dan Sabtu. Tapi karena ini acara khusus, jadi walaupun hari Kamis tariannya tetap harus ada…..