Tags

Terlepas dari perdebatan apakah Kopi Luwak itu  HALAL atau HARAM …???.

Kopi Luwak  didapat dari biji kopi yang dipilih dan ditelan oleh luwak secara alami, kemudian keluar bersamaan dengan faeces (kotoran).

Kopi dari kotoran Luwak atau musang (yang lebih diminati adalah musang liar), katanya mempunyai kesegaran dan kenikmatan yang lebih tinggi, sehingga harganyapun lebih mahal (mencapai 6 juta rupiah per-kilogram, sedangkan kopi dari musang yang diternakkan “hanya” 1 juta rupiah per-kilogram).

Menurut informasi yang saya dapatkan, saat ini peredaran kopi luwak di seluruh dunia hanya sekitar 500 kilogram (?)

Tapi yang ingin saya bahas kali ini bukanlah KOPI LUWAK, tapi DURIAN GAJAH, yaitu durian yang keluar dari faeces gajah.

Saya mendengar cerita dari teman-teman ketika masih di kampung dulu, tapi terus terang saya belum pernah melihat secara langsung kebenarannya.

Bahwa DURIAN yang paling enak adalah durian yang dimakan oleh GAJAH, kemudian keluar bersamaan dengan faeces gajah. Menurut cerita, secara naruliah gajah membalut durian yang akan dimakannya dengan rumput-rumputan, agar duri dari durian tidak melukai tenggorokan dan ususnya. Lalu ketika buang air besar durian tersebut keluar utuh…..

Mungkin akibat pengaruh zat-zat (enzym) yang ada dalam tubuh gajah, rasa durian tersebut menjadi lebih enak dan kehangatan suhu tubuhnya membuat durian menjadi matang dengan sempurna. Sama halnya dengan kopi luwak……..

Wallahualam…..

Mungkin ada yang pernah mendengar cerita begini….????

Syukurlah, berita terakhir yang saya dapat beberapa jam yang lalu, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan fatwa yang menyatakan, kopi luwak HALAL setelah melalui proses pencucian, karena bersifat mutanajis atau terkena najis. Sehingga diperbolehkan meminum, memproduksi, dan memperdagangkannya.

Ya iyalah…..pasti dicuci dulu, masa mau diminum langsung….?????

Advertisements