Ada satu pengalaman yang mengesakan, dengan beberapa orang teman. Ketika kami selesai menikmati makan malam, sambil ngobrol-ngobrol ternyata Kampung Daun sudah mau tutup.

Karena tau bahwa ada pemandangan yang cukup bagus di bagian agak ke dalam dari Kampung Daun, kamipun menuju ke sana. Tidak kami sadari jam sudah menunjukkan pukul 12 malam (pukul 00).

Kampung Daun

Kampung Daun

Kami foto-foto di sana, ternyata teman-teman kami yang bersiap-siap untuk lebih ke atas lagi mengundurkan niatnya dan dengan terburu-buru ingin minta kembali(pulang).

Setelah mereka cerita, ternyata mereka seolah-olah merasakan hal yang sama. Merasa bahwa disekitarnya ada “mata-mata” yang memandang dengan marah atau tidak suka kepada mereka.

Sehingga mereka merasa “ada yang mengikuti” sampai tempat mobil kami parkir yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi.

Ternyata sebagian besar, orang-orang memang sudah meninggalkan tempat tersebut. Kendaraan yang tinggal memang hanya kendaraan kami saja.

Jujur saya sampaikan, ketika menambahkan foto di atas, saya harus tiga kali baru berhasil, sedangkan dua foto sebelumnya hilang begitu saja (tidak tersimpan).

Setelah mutar-mutar sambil cari martabak buat teman yang tinggal di Wisma, akhirnya kami sampai sekitar pukul 2 pagi.

Ternyata sampai di Wisma bukannya tidur atau istirahat, malah ngobrol sampai setengah empat……..