Sabtu (8/5) dan Minggu (9/5) kemaren, adalah hari-hari yang melelahkan bagi kami sekeluarga :

Pertama, pada hari Sabtu kami harus pindahan dan gotong-gotongan sekeluarga, karena harus pindah tempat tinggal sementara, sehubungan dengan direnovasinya tempat yang lama (sekitar +/- 1 bulan). Meskipun kami sudah minta bantuan dua orang  “Tukang Sindang” yang mangkal di TMP Kalibata (biasa menggali untuk jalur pipa listrik/pam dll), seorang Mba yang biasa membantu di rumah, dan dua orang tukang listrik. Tetap saja kami harus turun tangan juga untuk mengawasi dan bolak-balik.

Apalagi dapat berita bahwa ‘Bude‘ atau ‘Maktuo‘ kami tiba-tiba jatuh dan di rawat di Rumah Sakit Islam “Yarsi” Cempaka Putih, akibatnya bagian pipi sebelah kiri berwarna kebiruan, mungkin juga diakibatkan tekanan darah yang mencapai diatas 200.

Pernikahan Sepupu (1)

Pernikahan Sepupu (1)

Kedua, pada hari Minggu kami harus menghadiri dua resepsi pernikahan sekaligus, dengan jarak yang lumayan jauh, dalam waktu yang bersamaan, yaitu 11 s/d 13.30 WIB.

Untuk men-siasatinya, karena yang nikah adalah adik sepupu, maka pagi-pagi sekali saya harus menghadiri Upacara Pernikah dulu. Upacara Pernikahan yang dimulai pukul 8.30 berjalan dengan lancar.

Kami sempat menghadiri pembukaan Resepsi Pernikahannya, walaupun baru dimulai pukul 10.30 WIB.

Sampai pukul 11.11 WIB kami mohon pamit kepada keluarga untuk menuju ke Kampung Sawah di daerah Jati Warna Bekasi, yang masuknya bisa dari tol Simatupang, untuk menghadiri pernikahan seorang teman.

Pernikahan Sepupu (2)

Pernikahan Sepupu (2)

Karena kami kurang familiar dengan daerah Jati Warna, maka ketika keluar tol kami langsung belok kanan (karena petunjuk di denah dalam undangan seperti itu), ternyata itu adalah pintu tol lagi. Jadilah kami mutar-mutar dan bahkan bolak-balik keluar/masuk tol, tanya sana-sini, telepon teman yang sudah duluan sampai dsb.

Padahal jalur itu adalah jalur ke Kranggan yang paling tidak dua tahun terakhir selalu kami lewati pada saat halal bil halal, diadakan di daerah tsb. Tapi karena mengikuti denahnya jadi “kacau-beliau” semua.

Pukul 12.30 kami baru sampai, ternyata semua teman-teman masih menunggu kehadiran kami.

Upacara Adat Resepsi

Upacara Adat Resepsi

Kami sempat foto bersama dengan pasangan pengantin, sambil mengucapkan “Selamat menempuh hidup baru sahabat, semoga menjadi pasangan yang abadi……….Amiiinn….”

Kami sampai di rumah sekitar pukul 3 sore, karena sampai di Pasar Minggu hujan deras, jadi harus ngantar teman ke Tebet, tapi di Tebet baru gerimis kecil-kecil, sedangkan jalanan masih kering alias tidak ada tanda-tanda bekas hujan….

Kami kembali ke Pasar Minggu ternyata kami kebagian hujan deras lagi……