Suasana Dapur Karuhun

Suasana Dapur Karuhun

Hari ini Minggu, 18 April 2010, dari pukul 11.00 kami sekeluarga berangkat menuju Bogor, keluar Tol Sentul City atau Sentul Selatan, belok ke kanan menuju Bogor Ring Road (BRR) , masuk lagi tol Sentul Barat,  sampai di lampu merah belok ke kiri, ketemu lampu merah lagi dan naik ke tanjakan (diseberang Plaza Jambu atau Warung Jambu Bogor), di Komplek Perumahan Indara Prasta Bogor, kita akan menemukan DAPUR KARUHUN.

Lokasinya agak kedalam, ternyata setelah masuk kami mendapatkan lapangan parkir yang cukup luas, dan di bawah lidungan pohon-pohon jati muda dengan tinggi rata-rata sekitar 10 meter, terlihat kurang lebih sepuluh pondokan dengan bahan utama semuanya dari bambu yang saling diikatkan, tempat lesehan para tamu yang akan menikmati makanan di Dapur Karuhun. Di bagian ini hanya bisa menampung satu keluarga.

Buku Menu Dapur Karuhun

Buku Menu Dapur Karuhun

Karena rencananya kami terdiri dari lima keluarga, maka kami mencari pondokan yang lebih luas di sisinya yang lain, dimana sekatnya bisa dibuka. sehingga dua tempat bisa digabung menjadi satu.

Dengan rumput hijau dan dikelilingi oleh kolam ikan, air yang mengalir di mana-mana, di sediakan juga tempat main anak-anak, meskipun tidak banyak tapi cukuplah untuk menghibur mereka.

Kami ketemu dengan keluarga teman-teman SMP yang sudah berpisah dan malahan tidak pernah berjumpa maupun komunikasi sejak 30 tahun yang lalu.

Kami diajak oleh Amril yang sudah lama bermukim di Bogor, katanya ada tempat makan dan kumpul keluarga yang baru di Bogor, yaitu Dapur Karuhun.

Sop Gurame

Sop Gurame

Kami janjian ketemu makan siang, masing-masing kami memesan menu yang disukai, walaupun menurut petugas restoran ada paket menu yang sudah disediakan.

Diantaranya yang kami rasakan cukup nikmat adalah Sop Ikan Gurame, apalagi ditambah sambalnya yang enak dan pedas, ada baby ikan mas, karedok.

Untuk nasi ada beberapa pilihan juga diantaranya nasi timbel yang dipadatkan dan dibungkus dengan daun, nasi liwet yang dicampur dengan ikan asin, dan nasi putih biasa yang disediakan diatas daun pisang di dalam sebuah wakul (anyaman bambu).

Advertisements