Ilustrasi Nabi Musa dan ahli sihir di hadapan Firaun (Sumber : mastersaham.blogspot.com)

Ilustrasi Nabi Musa dan ahli sihir di hadapan Firaun (Sumber : mastersaham.blogspot.com)

Suatu ketika Raja Fir’aun mengumpulkan para ahli sihir yang ada di Kerajaan Mesir untuk melawan Nabi Musa AS. Kemudian Fir’aun memerintahkan kepada para ahli sihir untuk melempar semua tongkat yang dimiliki mereka agar menjelma menjadi ular. Barulah setelah itu turun Firman Tuhan agar Nabi Musa juga membuang tongkatnya ke tanah, sehingga menjelma menjadi Ular yang sangat besar dan memakan ular-ular yang lain.

Semua ahli sihir secara spontan mengeluarkan pernyataan bahwa kekuatan Nabi Musa AS bukanlah sihir tapi suatu MU’JIZAT dari Yang Maha Kuasa. Para ahli sihir langsung menyatakan bahwa mereka beriman kepada Allah yang menciptakan alam semesta.

Pada saat itu sebetulnya jika Nabi Musa mau, beliau bisa saja memaksa Fir’aun supaya mengikuti langkah para ahli sihir agar beriman kepada Allah, kalau tidak akan dimakan oleh ular yang berasal dari tongkat Nabi Musa. Tapi hal itu tidak dilakukan, karena Nabi Musa mau jika itu memang keinginan Fir’aun (tidak dengan paksaan).

Itulah sepenggal kisah tentang Nabi Musa dan Raja Fir’aun yang disampaikan pada khotbah Jumat, 2 April 2010 di Mesjid Jami’e Nurul Huda, Rawajati, siang ini yang dapat kami tangkap.

Bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Raya umat Kristiani, yaitu hari Raya JUMAT AGUNG (wafatnya Isa Almasih/Yesus Kristus).

Advertisements