Pagi ini kami Kerja Bakti lagi, karena dalam 2 – 3 minggu terakhir tidak kurang dari 10 orang warga RW ini terserang DBD, mungkin juga karena kurangnya kesadaran warga akan prinsip PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Masih ada warga yang kurang peduli akan kebersihan rumahnya, bak mandi yang harus dikuras/dibersihkan tiga hari kali, saluran air harus dibersihkan/disapu beberapa hari sekali atau kalau bisa setiap hari, supaya aliran airnya lancar, membuang/mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air dan menjadi sarang nyamuk.

Daur Hidup Aedes Aegypti

Daur Hidup Aedes Aegypti

Bak penampungan air tanah atau tower airpun harus ditutup dan dikuras serta dibersihkan. Banyak yang lupa meguras tampungan air yang ada dibelakang kulkas atau dispenser. Bahkan ada yang tega menolak kunjungan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dari kelurahan maupun dokter dari Poliklinik, menganggap rumahnya tidak perlu dicek karena sudah bersih dan tidak ada jentik.

Ada juga yang menyobek stiker yang ditempel oleh petugas di depan rumah yang menandakan rumah itu bebas jentik (warna hijau) atau perlu perhatian karena masih ditemui jentik (warna coklat muda) atau mungkin ada yang berbahaya (warna merah, yang ini saya ga tau ada atau ga). Tapi untunglah warga yang pernah menyobek stiker tersebut akhirnya sadar dan minta maaf, sehingga stiker baru dipasang kembali.

Nah sebelum dilakukan penyemprotan atau fogging, maka minggu ini dilakukan pembersihan kembali. Tapi itupun tidak semua warga yang turun dan ikut kerja bakti. Menurut keterangan dokter bahwa fogging hanya efektif selama dua hari, jika warag tidak melakukan pencegahan, jentik akan berkembang kembali …!!!!!

Stiker Hunian Bebas Jentik

Stiker Hunian Bebas Jentik

Meskipun begitu bagi kami yang ikut kerja bakti pagi ini, cukup menikmati suasananya. Pada awalnya kami membersihkan halaman dan saluran air di rumah masing-masing. Setelah itu barulah kami bergabung kesuatu tempat yang kebersihannya dilakukan bersama-sama.

Karena mengerjakannya bersama-sama semuanya cepat selesai. Yang lama adalah ngobrolnya dan ketawa-ketawa sambil menikmati makanan ringan yang disediakan masing-masing RT.

RT kami, menyediakan : Arem-arem, tahu, telor rebus, pisang rebus dan teh. Ada juga sumbangan warga yaitu Tempe Mendoan beserta cabe rawitnya.

Asyik juga…..

Arem-Arem

Arem-Arem

Mendoan fresh from the Penggorengan

Mendoan fresh from the Penggorengan

Advertisements