Dompet Kulit Ikan Pari

Dompet Kulit Ikan Pari

Saya punya pengalaman dua kali kelihangan dompet ini :

Pertama, Sekitar akhir 2009, ketika si Abang Kevin, untuk makan malam minta beliin Pecel Lele dan Nasi Uduk langganan “Arbaya” di depan TMP Kalibata.

Saya berangkat pakai motor, dengan hanya menggunakan celana pendek yang kantongnya hanya pas buat dompet ini. Sehingga ketika sampai di Arbaya, ternyata dompetnya sudah tidak ada lagi. Saya coba kembali menelusuri jalan yang dilewati pelan-pelan sampai dua kali. Innalillahi waiina ilaihi rojiun….lenyap sudah KTP, ATM, Kartu Kredit, STNK Roda Dua dan STNK Roda Empat, SIM A dan SIM C dan Kartu-kartu yang lain.

Ya sudah pasrah…………….

Sampai di rumah saya langsung menghubungi Bank untuk memblokir ATM dan Kartu Kredit, kemudian lapor ke Pos Polisi terdekat (sampai detik ini Polisi tidak pernah memberi kabar tindak lanjut hasil penyelidikannya).

Tetapi ternyata besok paginya, tiba-tiba datang seorang anak dan menanyakan apakah bapak kehilangan dompet ? Ternyata orang tuanya adalah yang membawa mobil jemputan anak sekolah, selalu menjemput anak-anak tetangga setiap hari pergi dan pulang sekolah. Si Bapak inilah yang  menemukan dompet saya, apakah ketika kebetulan lewat atau mungkin ada di lokasi tersebut. Katanya dompet saya jatuh atau mungkin lompat dari kantong pada saat berkendaraan dan isinya berhamburan.  Yang tersisa hanya satu lembar Rp. 5000, tapi yang penting semua kartu lengkap.

Alhamdulillah semua kembali. Juga terima kasih kepada si anak dan orang tuanya yang telah berbaik hati mengantarkan kerumah (tentu saja ucapan tersebut ada wujudnya, jaman gini kalau hanya ucapan terima kasih saja kurang afdol rasanya…..).

Ikan Pari

Ikan Pari

Kedua, pada Senin, 22 Maret 2010, sekitar 9.30 malam, saya pulang dari “Kenari” naik bajaj bersama seorang teman “Hendra”. Ketika sampai di lampu merah RS. Sint Carolus di Salemba, Hendra bilang bahwa dia kehilangan KTP, tiba-tiba saya ingat dompet saya dimana?

Saya periksa semua kantong, jaket dan celana, kemudian semua kantong ransel ternyata juga tidak ada……periksa di jok bajaj dan bawahnya juga tidak ada.

Akhirnya saya putuskan untuk kembali lagi ke Kenari, bajaj berhenti setelah lampu merah jembatan layang Matraman. Sebelum turun kami coba lagi untuk memeriksa semua tempat di bajaj, kemudian saya turun dari bajaj. Sesaat sebelum bajaj jalan lagi, saya melihat sebuah benda di pinggir jalan raya, ternyata sebuah dompet dan alhamdulillah itu adalah dompet saya……..

Terima kasih Tuhan atas segala anugerahMu…………………

Advertisements