Dini hari di akhir Desember 2009 saya tiba-tiba merasa sesak, karena sudah tidak tahan saya ke UGD RS Harapan kita, setelah di wawancara oleh beberapa dokter, cek darah, roentgen paru dan jantung ternyata alhamdulillah tidak ada kelainan.
Karena saya punya ASKES saya coba menggunakannya, ternyata alhamdulillah lagi dari Rp. 644.766,-, saya hanya bayar Rp. 50.000,-.
Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh pihak ASKES dan dinyatakan harus mengembalikan kekurangan semua biaya berobat, karena ternyata saya tidak punya gejala jantung setelah dilakukan pemeriksaan dokter.
Karena kesibukan sehingga, bebeapa hari kemudian baru saya bisa datang ke ASKES RS. Harapan Kita, untuk menyelesikan masalah tsb di atas. Saya ke loket 2 (ASKES) dan dianjurkan menemui seseorang di lantai 4, setelah ketemu yang bersangkutan sekitar setengah jam, saya disarankan lagi untuk minta surat pengantar dari UGD RS. Harapan Kita. Saya ikuti, ternyata 2 orang petugasnya, yang satu sedang rapat yang satu sedang istirahat. Saya menunggu selama setengah jam ternyata tidak ada hasilnya.
Akhirnya saya dipanggil lagi untuk ke loket 2, yang ternyata ujung-ujungnya memang saya harus bayar semuanya yaitu kekurangan pembayaran dari Rp. 644.766,- dikurang Rp. 50.000,-.
Yang bikin saya bingung “Kalau memang ujung-ujungnya saya harus bayar senilai yang di atas, kenapa saya harus ngurus ini itu dan membuang waktu satu jam lebih. Ya katakan saja harus bayar sebesar sekian. Sudah…………. selesai………….!!!!!!”

Advertisements