Tags

, , , , , , , , , , ,

Makanan Khas Dananu Maninjau1

Searah Jarum Jam : Goreng Ikan Bilih, Tumis Pensi, Goreng Rinuak, Terong Rimbang Cabe Ijo dan Tengah : Kerupuk Singkong Balado

Kami sampai di pinggir Danau Maninjau seiring dengan berkumandangnya adzan Magrib, saat itu sekitar pukul 18.30 WIB.

Sebagai “musafir”, kami diperbolehkan untuk menggabungkan Shalat Magrib ke Isya, jadi tidak perlu buru-buru mencari tempat shalat.

***

Kami mencari rumah makan yang menyediakan menu spesial dari Ikan Rinuak, Ikan Bilih dan Pensi yang hidup di Danau Maninjau.

Sepengetahuan saya ada sebuah restoran di Hotel Maninjau Indah, kami masuk dan tertarik karena banyak orang yang sedang makan malam dengan menu ikan, baik yang digoreng, dibakar maupun digulai.

Hotel Maninjau Indah membuat angan-angan saya melayang ke tahun 1989 atau 1990, ketika mengikuti kegiatan sebuah radio swasta yang cukup dikenal di kota saya saat itu.

Tapi kok kelihatannya, seperti menu “seafood” biasa saja ya ? Padahal kami ingin makan dengan menu spesial dengan suasana yang berbeda.

O ya, Ikan Rinuak atau biasa disebut dengan Rinuak artinya adalah kecil (dalam Bahasa Minang), ukurannya kira-kira 2 – 3 mm dan panjang kira-kira 2 – 3 cm, ada yang bilang kurang lebih sebesar korek api.

Seperti juga Rinuak, Ikan Bilih hanya ditemukan di Danau Maninjau, Danau Singkarak atau Danau Toba, dan sungai-sungai di sekitarnya,

Sedangkan Pensi adalah sejenis kerang kecil, bercangkang tipis yang hidup di dasar Danau Maninjau.

Beberapa jenis makan olahan dari Rinuak yang sangat populer di Danau Maninjau adalah Palai Rinuak (Pepes Rinuak), Rakik Rinuak (Peyek Rinuak), Goreng Rinuak, Pangek Rinuak (Gulai Pedas Rinuak), dan Bakwan Rinuak.

Palai Rinuak mudah ditemukan karena dijajakan di meja-meja atau etalase, di depan rumah penduduk sepanjang pinggiran danau, begitu juga dengan Tumis Pensi, yang dimasak dengan daun bawang, serai, jahe, seledri dan garam.

Yang menarik adalah cara makan Tumis Pensi, yaitu dengan menggigit pangkal dan ujung cangkang Pensi (ujungnya yang tipis) satu persatu sampai terbelah, kemudian daging berikut air tumisannya tinggal diseruput atau di sedot, sluruuppp…….. :P

Kami menemukan sebuah rumah makan yang tidak jauh dari Hotel Maninjau Indah dengan menu spesial yang kami cari.

Makanan Khas Dananu Maninjau

Menu Khas Danau Maninjau dan Goreng Rinuak Kacang Balado

Makanan Khas D. Maninjau

Goreng Pensi

Gambar di atas adalah Goreng Pensi, kebayang bagaimana sabar dan tekunnya orang yang mengolahnya, mulai dari berburu pensi di dasar danau, membersihkan, membuka cangkang, membumbui dan menggorengnya.

Berapa ratus atau berapa ribu pensi yang dijagal untuk mendapatkan sepiring Goreng Pensi.

Beberapa tahun yang lalu kami bersama keluarga juga pernah ke Danau Maninjau, tapi kehadiran kami waktu itu disambut dengan hujan yang deras, jadi ga bisa kemana-mana.

***

Di tepi Danau ini pernah lahir seorang Ulama Besar Indonesia almarhum Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), yang juga seorang Pengarang Buku, Politikus, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang teguh dengan pendirian dan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Juga seorang tokoh terkenal lainnya yaitu Haji Rangkayo Rasuna Said, salah seorang Pahlawan Nasional yang namanya banyak diabadikan sebagai nama jalan-jalan protokol di Tanah Air, seperti di daerah Kuningan Jakarta.

About these ads