DURIAN KANI
Dalam perjalanan menuju Danau Batur yang terletak di kaki Gunung Batur, dari Kuta melewati Jalan Raya Bangli, Singaraja.
Kami melihat kebun-kebun pada jalur ini ditanami pohon durian (saat itu) sedang berbuah, banyak sekali.
Buahnya yang besar-besar sangat menggiurkan. Tidak heran di sepanjang jalan buah yang paling banyak dijual adalah buah durian.
Orang Bali menamakan durian ini dengan Durian Kani atau chanee. Aslinya berasal dari Bangkok, Thailand.
Tapi pedagang di sini, mempercayai bahwa durian ini adalah durian Bali. Mungkin karena telah ditetapkan sebagai salah satu varietas durian unggul Indonesia.
Durian Kani berukuran jumbo mirip dengan Durian Monthong.
Bentuk buahnya agak bulat (tidak terlalu panjang) dengan kulit kuning kecokelatan, kulit buah tipis tapi dengan daging buahnya yang tebal, manis dan berwarna kuning, biji buahnya kecil.
Tidak seperti durian biasanya, Durian Kani yang matang justeru yang sudah pecah kulit luarnya, kalau masih utuh si pedagang tidak mau menjual.
Kata si Mbok penjual durian : ”Kalau duriannya masih utuh saya tidak mau jual, karena masih belum matang”.
Disamping itu ada juga buah manggis yang masih segar-segar, rambutan dan salak Bali.
Saat itu hujan turun deras sekali, sambil istirahat kami berhenti di salah satu pedagang durian.
Harga Durian Kani di tempat ini ditawarkan Rp. 60.000/buah, karena cukup besar, rasanya yang manis dan enak sangat memuaskan, kami tidak tega untuk menawarnya.
Untuk 4 orang dewasa dan 2 anak-anak, kami hanya sanggup menghabisakan 2 (dua) buah saja. Tapi masih sempat beli manggisnya, yang akhirnya malah dibawa ke Jakarta
Sayangnya keinginan kami untuk menikmati keindahan Danau Batur tidak bisa terlaksana, karena hujan deras dan berkabut.






Kira2 nanti bulan April, durian Kani masih musim ga yah
doooh bikin ngeces aja
sehari ini entah udah berapa kali liat gambar buah durian
huaaaa
Ha3…..rasa durian kani jauh lebih nikmat dari durian Monthong Mb. Kayaknya durian ini berbuah sepanjang tahun, tidak kayak durian biasanya. Seperti diurian di kalibata, selalu ada sepanjang tahun. Berarti April tetap ada ?
Mungkin teman-teman ada yang tau ?
saya mau manggisnya saja pak
Cocok dengan anak saya yang perempuan Mb, paling suka dengan Manggis. Sampai dibawa ke Jakarta. Emang ga ada manggis di Jakarta ? He3x
Wah, sayang pas ke sana kami cuma dapat durian kecil yg rasanya hambar, lalu jadi malas beli lagi
Rupanya belum musimnya durian Kani ya, ini musiman Da? Atau sepanjang tahun?
Katanya musim durian kani ini setelah musim kemarau yaitu musim hujan tiba (Desember sampa Februari). Ada juga musim antara tapi tidak sebanyak musim raya…
Suami saya juga baru kemarin pulang dari Bali, Uda, dan saya cuma bisa menikmati nikmatnya durian kani ini dari ceritanya aja
Harus dibuktikan, apakah cerita “Misua” Mb Allisa tentang durian kani itu benar ?
Pengen nyoba Durian Kani kalau nanti ke Bali. Bentuknya sih keliatan enggak bulet kayak duren montong, tapi pasti rasanya berbeda..
*minta kiriman duren Kani*
Bentuk atau warna daging buah dan rasanya jauh berbeda dengan durian monthong. berwarna kuning cerah dengan rasa yang lebih manis. Kalau Mas Gie mau dikirimin, mudah2an tahun depan saya ke bali lagi. Tunggu ya…
Istri saya nih, yg paling hobi sama buah durian …
Emang mas harjo g suka ya… ? mungkin kalau mencoba durian ini mas harjo akan lebih suka karena ada rasa manisnya. Jadi lebih segar…
Beautiful pictures
Duriannya besar sekali, ya!
Saya suka sekali makan durian. Malah pagi ini saya “snacking”
selai durian dengan “wheat bread”. YUM!!!
Disini manggis (white mangosteen) di kategorikan sebagai
“superfruit”. Saya skg ini sedang minum green tea dgn rasa superfruit,
“White Mangosteen” dan “Peach”.
Pernah coba selai durian atau teh hijau dgn rasa manggis, Ded?
Have a geat weekend
Kalau teh hijau nya pasti sudah sering tapi dengan rasa manggis, terus terang belum pernah Lair. Apalagi selai durian….
Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer laser jet dan voucher. Caranya tinggal like fanpage >> http://www.facebook.com/anugrahpratamacom. Dan ikuti Contest menulis artikelnya.
Terima kasih
wah .. gede gede ya pak duriannya, kalau di kampung saya durian petruk yg terkenal gede dan manis, walau aku nggak suka duren lebih suka salaknya, dr bali pasti manis ya
Salak Bali pasti dijamin Mb El, manissss…..
mantabs nyaaaaa…. duren..oh duren… he..he..he.. Om … akhirnya bs mampir jg…. klo duren monthong mah dah tau deh, tp sama dengan duren bali ga Om? (muka mikir ngebayangin makan duren monthong yg dah luaaaaaaaaaaama bngt ga makan…he..he..) ada di jakarta ga ya?
oh my God oh my God duren nya duren nya itu menggoda sekali