Home > Beranda, Wisata > TUKANG SAMPAH

TUKANG SAMPAH

Gerobak Pembersih Jalan

Gerobak Pembersih Jalan

Hampir semua media massa di dalam negeri baik media cetak maupun online memuat berita tentang dua orang tukang sampah.
Yang satu bernama Imam Syafii, tukang sampah dari Jakarta, Indonesia dan yang satu lagi adalah Wilbur Ramirez tukang sampah dari London, Inggris.
Kedua mereka tiba-tiba jadi orang terkenal, karena kehidupan keduanya beda 180 derajat. Kondisi ini difilmkan oleh TV Inggris, BBC London.

Saya tidak akan mengulas perbandingan tersebut, karena Wilbur memungut sampah menggunakan peralatan serba otomatis (kendaraan khusus) dengan sistem dan kesadaran masyarakat yang sudah tertata dengan baik. Sedangkan Imam masih mengerjakannya “manual” dengan kondisi masyarakat yang sebagian masih “belum sadar” untuk membuang sampah pada tempatnya.

Tapi yang kita tidak tau, apakah si Wilbur ini tukang sampah benaran ?

Saya hanya ingin menampilkan foto gerobak pembersih jalan yang saya potret di Kensingtone Street (gambar di atas) dan terpesona melihat betapa rapinya tumpukan sampah di St James’s Park (gambar bawah), beberapa waktu yang lalu.

Sampah yang terbungkus rapi di Taman St James

Sampah yang terbungkus rapi di Taman St James

Walaupun sebetulnya ada mobil pembersih jalan yang lebih besar, tapi tetap diperlukan gerobak-gerobak kecil untuk membersihkan jalan-jalan kecil, gang yang sempit atau trotoar.

  1. 2 February 2012 at 08:08 | #1

    setuju uda, mari kita tekankan buang sampah pada tempatnya, setidaknya kita sudah membantu kerja para tukang sampah, :-)

    • ded
      5 February 2012 at 17:39 | #2

      Coba kalau ita semua membuang sampah pada tempatnya, pasti pak tukang sampah akan berkurang pekerjaannya…. :)

  2. 2 February 2012 at 08:23 | #3

    Bagaimana kehidupan Wilbur Ramirez di sana ya? Cukupkah? Atau sama miskin juga?

    • ded
      5 February 2012 at 17:45 | #4

      Menurut berita yaang saya dapatkan Wilbur hidup cukup memiliki 2 sepeda motor dan 1 sedan, serta tinggal di komplek perumahan yang layak…. :)

  3. 2 February 2012 at 10:15 | #5

    Iya ya, miris banget ngeliat timpangnya kesejahteraan antara Wilbur Ramirez dan Imam Syafii, padahal profesinya sama2 binman… Memang dibanding negara lain, negara kita tercinta ini masih banyak sekali tertinggal ya :(

    • ded
      5 February 2012 at 17:49 | #6

      Mb, paling tidak kita bisa mengurangi beban Imam-Imam yang lain dengan kepedulian kita terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
      Misalnya dengan membantu membungkus sampahnya, membedakan bungkusan sampah kering dan sampah basah agar tukang sampah tinggal angkut,

  4. 2 February 2012 at 11:45 | #7

    faktor yang terpenting itu ada kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya…. secanggih apapun peralatannya, jika masyarakat masih buang sampah seenaknya, maka kecanggihan itu tak akan berarti..

    • ded
      5 February 2012 at 17:52 | #8

      Benar Gus, seperti saya katakan kepada Mb Alissa di atas, bahwa kita butuh agar masyarakat pedui terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Membantu membungkus sampah, membedakan bungkusan sampah kering dan sampah basah agar mudah angkut,

  5. 2 February 2012 at 13:47 | #9

    Kalau petugas sampah kita jalan-jalan ke Inggris, pasti seneng banget ya …
    Soalnya sampahnya beda dengan di Indonesia :-)

    • ded
      5 February 2012 at 17:54 | #10

      jangan kan petugas sampah. saya juga ga nolak kalau diajak jalan-jalan seperti itu Mas :)

  6. 2 February 2012 at 17:50 | #11

    lain ladang lain belalang ya pak

    • ded
      5 February 2012 at 17:56 | #12

      Lain air lain ikannya…. he3x..

  7. 2 February 2012 at 21:21 | #13

    itulah bedanya. konon di negara-negara maju “pekerja kasar” malah lebih tinggi bayarannya :(

  8. Mrs_Lair4ever
    2 February 2012 at 22:16 | #14

    Good posting and pictures, Ded :-)
    Tinggal di kota kecil, semua sampah diambil seminggu
    sekali dengan truck yg besar. Masing2 rumah juga ada
    dumpster, http://en.wikipedia.org/wiki/Dumpster, sendiri.
    Apakah disana ada juga “recycling bin”, http://en.wikipedia.org/wiki/Recycling_bin,
    yg memisahkan jenis2 sampah spt kertas, botol, gelas, dsbnya?

  9. 3 February 2012 at 07:10 | #15

    Wow rapinya…
    *Salah satu parameter untuk mengetahui tingkat peradaban…

    • ded
      5 February 2012 at 17:59 | #16

      Mungkin bisa dikatakan begitu Mas yori, bisa sebagai indikator tingkat peradaban suatu bangsa…. :)

  10. 4 February 2012 at 05:47 | #17

    beliau ambil bagian dalam daur ulang materi kehidupan Uda Ded, salam

    • ded
      5 February 2012 at 18:00 | #18

      Benar Prih, Ima adalah salah satu titik dalam sebuah mata rantai daur ulang materi kehidupan :)

  11. 13 February 2012 at 15:34 | #19

    kapan ya dinegeri ini, bisa punya kebiasaan utk memilah sampah , organik dan non organik, jadi mudah utk didaur ulang , juga memudahkan pekerjaan tukang sampahnya juga ….
    ( masih berkhayal)
    salam

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.