Tags

, , , ,

Dari Pelabuhan Telaga Punggur Batam saya naik feri menuju ke Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang yang juga dikenal dengan “Kota Gurindam Dua Belas” dengan harga Rp 75.000 (tiket PP).  Kebetulan saat itu udara sore agak mendung dan sedikit gerimis, tapi ombak tidak begitu besar. Saya berangkat pukul 17.30 WIB, dan dalam waktu 60 menit sudah sampai di Sri Bintan.

Perjalanan ke Punggur

Perjalanan ke Punggur

Tiket PP

Tiket PP

Karena sudah malam, dari pelabuhan saya naik taxi saja ke tujuan.  Sayang taxi di Tanjung Pinang tidak pakai argo (sperti di Batam juga). Lucunya untuk mencari suatu alamat di Tanjung Pinang ada istilah “Batu” yang di sini artinya kilometer. Misalnya Komplek Perumahan Navigasi, Batu 4 atau Batu 10, yaitu kilometer 4 atau kilometer 10, Saya bingung, meskipun sudah 3 kali ke Tanjung Pinang (supir taxi saja juga bigung).

Supir taxi nanya kepada saya : “Pak, Batu 4 atas atau bawah”, alah…. saya makin bingung lagi, ternyata ada atas dan bawah segala…..   :(

Untuk ke Batu 10 supir taxi minta Rp 50.000, tapi karena mutar-mutar dan bantuin nyari alamat, kasihan juga supir taxinya akhirnya saya kasih Rp 100.000. Tapi malam itu saya makan malam dengan  supir tsb, di salah satu restoran yang cukup populer di Tanjung Pinang, yaitu Restoran Rina-Rini…..

Ternyata memang tidak gampang mencari alamat di Tanjung Pinang, sehingga kami harus rajin bertanya.

Lain lagi dengan si Batam , orang-orang mengenali suatu tempat dengan nama daerah seperti Nagoya, Batam Center dll. Jadi untuk mengetahui suatu alamat kita harus mengenali daerahnya dulu, jadi bukan nama jalannya.

Kembali kepada cerita tentang Tanjung Pinang, malamnya saya dijemput teman untuk melihat-lihat tempat mangkal  anak-anak muda di Tanjung Pinang di malam hari, yaitu Melayu Square yang menjual berbagai makanan khas Melayu dan Seafood. Malam itu kami hanya makan pisang bakar keju coklat dengan minuman khas teh tarik sambil duduk di kursi-kursi plastik di pinggir pantai atau tepi laut (kata orang Pinang).

Tempat hang-on  yang lain adalah daerah pecinan yang juga banyak menjual seafood dan mie, bahkan minuman seperti STMJ juga ada.

Daerah Pecinan Tanjung Pinang

Daerah Pecinan Tanjung Pinang

Karena sudah pukul 12 malam kami segera pulang, besok pagi rencananya mau ke Pulau Penyengat.

About these ads