Tags

Waktu masih di SMA saya senang memelihara burung, di kampung saya nama burungnya adalah “Burung Balam” atau sering juga di sebut dengan “Burung Balam Jambi“.

Saya ga tau nama burung ini dalam bahasa lain.

Yang saya suka dengan burung ini adalah kebiasaannya berkicau yang seolah-olah selalu membangunkan saya untuk Shalat Subuh.

Saya dapat foto ini di Komplek Perumahan Dosen UI Ciputat, ketika melayat almarhum kakak ipar saya beberapa waktu yang lalu.

Mengingatkan saya pada beberapa puluh tahun yang silam. Burung ini sangat rajin bertelur, bisa sampai 4 atau 5 butir, sekali musim bertelur. Bayangkan kalau yang bertelur lebih dari satu ekor. Jadi waktu itu saya cukup sering memakan telurnya yang putih, kecil dan mulus untuk direbus. Karena bertelurnya cukup sering jadi berkembangnya juga cepat.

Yang uniknya disamping pakan yang khusus untuk burung saya harus menambahkan makanannya dengan pecahan tembok (kecil-kecil) yang ikut dimakan, katanya untuk melancarkan pencernaan si burung.

Benarkah…………….????

About these ads