KISAH SEBUAH KARTU KREDIT

Tags

,

 

Hari Sabtu, 5 Juli 2014, selesai acara Buka Bersama dengan teman-teman, saya kaget ketika melakukan pembayaran menggunakan kartu-kredit, karena transaksi saya DITOLAK…..!!!

# Saya tidak mengerti apa sebabnya, karena saya merasa telah menjadi seorang nasabah yang baik selama bertahun-tahun, dan saya selalu membayar tagihan secara  teratur setiap bulannya ?#

Menurut kasir : “Kartu kredit Bapak, EXPIRED…!!!, jadi tidak bisa digunakan…!!!”.

Untung saya bawa uang cash, alhamdulillah persoalan tersebut dapat teratasi.

Wah, benar di kartu kredit saya tertera bahwa expired date 6/14 (Juni 2014). Berarti  kelalaian saya sendiri, tidak memperhatikan bahwa di kartu kredit ada tanggal habis masa berlakunya.

Padahal saya baru saja membayar tagihan bulanannya pada tanggal 2 Juli 2014, tapi tidak ada peringatan, bahwa kartu kredit saya expired, tapi kenapa pada saat menggunakannya baru diberitahu ?

Harusnya transkasi keduanya, baik debit maupun kredit tidak bisa dilakukan, dan Bankpun tetap harus menginformasikan bahwa kartu kredit yang digunakan tsb sudah expired..!!!

***
Hari Senin, 7 Jui 2014, saya datang ke Cabang Bank Mandiri terdekat untuk menanyakan, apakah bisa saya urus di cabang ini ?

Alhamdulillah Kepala Cabang Bank Mandiri, dapat membantu saya, beliau langsung menghubungi dan berbicara dengan bagian kartu kredit Bank Mandiri.

Dari komunikasi telepon tersebut saya tau bahwa sebelum expired kartu kredit saya sudah dikirim ke rumah. Sayangnya ada perubahan pada alamat saya, jadi kiriman tersebut kembali ke Bank Mandiri.

Di Cabang tersebut dinyatakan bahwa saya bisa melakukan update informasi tentang diri saya baik alamat maupun nomor telepon. Dikatakan juga bahwa petugas dari bagian kartu kredit akan menghubungi saya, paling lambat 7 hari kerja setelah tanggal pengurusan ini.

Tapi setelah ditunggu-ditunggu sampai batas waktu yang ditentukan petugas Bank Mandiri tidak  pernah menghubungi saya.

Baru tanggal 24 Juli 2014, saya menerima telepon dari Bagian Pengiriman Kartu Kredit Bank Mandiri, tapi petugas tsb mengatakan bahwa harus mengirimkan email ke Bank Mandiri untuk update alamat, nomor telepon dll meskipun sudah saya sampaikan bahwa saya sudah mengirim email dan mengisi formulir update alamat di cabang bank mandiri. Namun tetap saja si petugas meminta saya agar mengirimkan kembali, padahal sementara itu secara online (per telepon) pun sudah ssya jelaskan, tspi masih diminta untuk tetap mengupdate langsung alamat dan nomor telp yang baru lewat email.

Ok lah….

Saya sudah kirim update alamat dan nomor telepon di Cabang Bank Mandiri.

Saya sudah kirim update pertelepon mealui bagian kartu kredit.

Saya juga sudah email kembali.

Kira-kira kapan saya bisa mendapatkan kartu yang baru?

Petugas mengatakan bahwa Kartu Kredit Bapak akan sampai 7 hari s/d  1 bulan setelah terima telepon ini. Saya sempat menayakan : “Bagaimana kalau saya ambil sendiri ke Bank Mandiri di Jalan Sudirman ?”

Jawab si Petugas : “Tidak bisa Pak, karena harus diantar ke rumah Bapak …!!!

Artinya usaha saya datang dan update data ke cabang Bank Mandiri adalah sia-sia.

Hal hasil sampai detik ini tanggal 31 Juli 2014 puku 22.30 WIB, barang tersebut belum sampai ke tangan saya.Sementara sudah datang lagi tagihan baru yang harus saya bayarkan menggunakan kartu yang sudah expired ini.

LOGHRAF

Tags

, , , ,

IMG_1312

Loghraf atau Loopgraf

Loghraf adalah sebuah bangunan berupa shelter pelindungan dari serangan udara (pasukan jepang) untuk para Pekerja dan keluarga Tambang Minyak Distrik I, pada masa Perang Dunia II. Didirikan sekitar 1938 oleh pemerintahan kolonial belanda.

Terletak di daerah Kampung Satu, Kota Tarakan, Propinsi Kalimantan Utara.

Continue reading

MOTOR MELAWAN ARUS

Tags

, , , ,

Akhir-akhir ini kita dibuat semakin kesal oleh ulah pengendara motor terutama yang suka melawan arus/arah, baik pagi berangkat kerja maupun sore pada jam pulang kantor.

Kebiasaan jelek ini sebetulnya sudah lama saya lihat, dan makin kesini makin menjadi-jadi.

Dari dulu saya ingin sekali menulis hal tsb, tapi belum kesampaian. Namun setelah membaca sebuah artikel di Kaskus Edisi Rabu tanggal 9 Juli 2014, perihal : “Cara menghadapi motor lawan arus” di sini , maka keinginan itu semakin tak terbendung lagi.

***

Pada dasarnya apa yang saya lihat di jalanan persis seperti yang di tulis di Kaskus, seperti kebiasaan pengendara motor menerobos lampu lalu-lintas, jalan di trotoar, bahkan jalan melawan arus/arah.

Tentu saja, alasannya sangat beragam diantaranya karena ingin cepat sampai di tujuan, tempat putar arah kejauhan, lalu-lintas padat, jalur di sebelah sepi/kosong, anggapan melawan arah/arus aman-aman saja, tidak ada Petugas Kepolisian yang mengawasi, diperparah lagi banyak yang melakukan kesalahan tsb alias berjamaah.

#Cari pembenaran#

Mereka tidak memikirkan lagi tingginya resiko yang diakibatkan oleh kelakuan bodoh dan konyol ini, baik buat diri sendiri maupun bagi orang lain. Pasti sudah banyak korban, diantaranya saya pernah melihat seorang teman ditabrak oleh pengendara motor yang melawan arah dengan kecepatan tinggi (bayangkkan sudah salah, kecang lagi), sehingga tangan sahabat saya patah, kendaraannya penyok-penyok dan lampunya pecah.

Lebih riskan lagi, bahkan kepada pejalan kaki sekalipun, para pengendara motor ini seperti “tidak rela” memberi kesempatan untuk menyeberang, meskipun kendaraan lain (mobil) sudah berhenti. Melihat ada orang yang mau nyeberang bukannya ngerem atau memperlambat motornya dan berhenti, tapi malah makin digeber. Dan itu dilakukan secara kolektif (bersama-sama), bukan sendiri-sendiri. Hal itu mungkin karena kita suka hidup secara kolektif, maka melanggar lalu lintas juga demikian.

Pengalaman saya di Australia atau di Negara-negara maju lainnya, pengemudi kendaraan apapun yang melihat ada pejalan kaki akan menyeberang, mereka akan berhenti puluhan meter sebelumnya dan mempersilahkan kita menyeberang

Apakah para pengendara motor itu sadar, bahwa tindakan melawan arus itu tidak terpuji (melakukan yang bukan haknya), dan yang pasti mengganggu kenyamanan orang lain dan melanggar hak orang lain ?

Beberapa ahli mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kedewasaan para pengedara motor belum matang, pendidikan mereka tidak cukup, biasanya mereka hanya mengunakan kendaraan roda dua (tidak penah mengedarai kendaraan roda empat, karena yang pernah mengendarai kendaraan roda empat pasti akan mikir dua kali melakukan hal yang sama, sebab mereka merasakan sendiri betapa kesalnya melihat pengendara motor ugal-ugalan di jalan), kurangnya edukasi/sosialisasi berlalu-lintas dari pihak yang berwenang, lebih parah lagi kalau SIM pun dibeli alias SIM tembak…!!!

Hal-hal tersebut mengakibatkan mereka nekat ambil resiko,

Disisi lain, kalau motor-motor tsb sudah berkelompok (membentuk perkumpulan atau istilahnya gang motor) dengan jaket kulit seragam, sarung tangan, pentungan (light stick) di tangan dan bunyi sirine meraung-raung, mereka menjadi semakin jumawa dan arogan, seolah-olah jalan milik nenek moyangnya sendiri, sedangkan yang lain numpang.

Hai pengendra motor, sadarlah bahwa kita bayar pajak sama-sama (kendaraan roda dua maupun roda empat), jadi tidak ada yang istimewa di jalan raya.

***

Beberapa cerminan mayoritas pengendara motor saat ini adalah selap selip di sela-sela mobil, zig zag kiri kanan, tidak pakai lampu kalau malam hari, kesenggol dikit marah (pasti pada kompak ramai-ramai belain), coba kalau mereka yang nyerempet mobil orang lain, masih syukur mereka angkat tangan (seperti orang minta maaf) malah pura pura tidak tahu alias ngibrit melarikan diri , tidak gentlemen, tidak bertanggung jawab alias cemen (karena saya beberapa kali jadi korban dan mengalami  sendiri).

Terus bagaimana cara mengatasi mereka ?

Banyak yang kasih komen : serempet aja, ludahin aja, teriakin aja, tabrak aja, ketok helmnya, atau kasih lampu jauh biar matanya sakit, karena mereka telah melawan aturan.

Begitulah gambaran kekesalan yang ditulis oleh para pembaca Kaskus.

Ada juga pengemudi mobil yang sengaja tidak  ngasih jalan motor-motor yang melawan arus tsb, meskipun akhirnya mengakibatkan kemacetan menjadi semakin parah.

***

Diharapkan kepada semua pengendara motor janganlah melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu, karena anda telah mengambil hak orang lain, membahyakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. Seperti saya bilang, jangan cari pembenaran, yang salah tetap salah, kalau mau buru-buru atau tidak mau telat berangkat lebih pagi atau berangkat lebih awal doong….!!!

Hormatilah diri sendiri agar orang lain menghormati anda juga, ingat keluarga di rumah yang menanti anda pulang dengan selamat…!!!

Kepada Petugas Kepolisian juga disarankan agar memberikan sanksi yang berat dan tegas kepada mereka, misalnya kendaraan disita atau SIM dicabut dll.

PS: Tulisan ini ditujukan kepada saudara-saudara saya yang berkendaraan roda dua (motor) dan melawan arus/arah. Kepada teman-teman pengendara motor yang tidak berbuat demikian, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Karena anda tidak termasuk kategori yang membuat saya (mungkin juga masayarakat) kesal. Terima kasih.

KENANGAN BULAN PUASA

Tags

, , , , , , , ,

Karena membaca postingan dari Noni Khairani si Nyonya Sepatu di sini, Pak Budi Rahardjo dengan Padepokan Budi Rahardjo-ya di sini, apalagi pegalaman di Catatanku Rinaldi Munir di sini (yang nyaris sama dengan pengalaman saya), karena di besarkan di kota yang sama, bahkan SMP yang sama, walaupun beda angkatan.

Saya menjadi tertarik membuat tulisan yang sama, tentang kenangan masa kecil ketika bulan puasa tiba sampai suasana hari lebaran.

Beberapa hal yang dapat saya ingat (karena ada kenangan manis di situ), antara lain adalah :

Balimau. Balimau adalah sebuah tradisi turun temurun di Sumatera Barat yaitu membersihkan diri dalam memasuki bulan suci Ramadhan dengan mandi di sungai, danau atau bisa juga di rumah.

Mandi mensucikan diri menggunakan jeruk nipis (limau) dan  ramuan alami (bunga dan daun) beraroma wangi seperti daun pandan, bunga melati, kenanga, cempaka dll yang direndam ke dalam air hangat, kemudian dioleskan ke kepala. Terakhir, untuk praktisnya bisa juga menggunakan shampo.

Tempat favorit dan banyak di kunjungi (di sekitar Kota Padang) : Sungai Lubuk Minturun, Batang Kalawi, dan Lubuk Paraku

Menu Favorit. Sehari sebelum puasa, Nenek dan Ibu atau keluarga-keluarga lain sibuk membuat Rendang dan Pangek Padeh Ambu-ambu (Tongkol) sebagai menu penting di bulan Ramadhan, terutama rendang karena bisa disimpan dalam waktu lama.

Menu hari-hari berikutnya adalah Dendeng Balado, Sop Daging, Serundeng, Pangek Masin Ambu-ambu dan macam-macam ikan, Gulai Daun Singkong/Nangka/Kacang Panjang/Buncis, dan Sayur Tumis Kangkung, sedangkan lalapan yang dikenal hanya timun, kol atau terong ungu.
O ya, masakan-masakan tersebut (Rendang, Pangek, Dendeng) biasanya juga diantarkan kepada Nenek (orang tua dari Bapak atau Bako) sebagai Pabukoan yang merupakan tradisi dan kebiasaan masyarakat Sumatera Barat, ditambah dengan Panggang Ayam dan Lamang Tapai. Tradisi ini juga dilakukan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Baca Komik. Kegiatan membaca komik dengan harapan agar anak-anak lupa dengan rasa lapar, bisa sewa dan dibawa pulang atau baca di tempat.

Saya biasa sewa/baca komik di sebuah warung di Simpang Haru, atau tempat favorit lain yang selalu ramai dan penuh setiap bulan Ramadhan dari pagi sampai sore adalah di Lantai 2 Gedung Bioskop Padang Theatre di Komplek Pertokoan Pasar Raya Padang. Bahkan ada teman SD/SMP saya yang sampai sekarang menghidupi keluarganya dengan berbisnis Warung Komik ini (melanjutkan usaha orang tuanya almarhum).

Pengarang Komik Favorit : Teguh, Ganes TH, Jan Mintaraga, Yonky, Yanthi, Asmaraman Kho Ping Hoo dll

Komik Favorit : Komik silat seperti Si Buta dari Gua Hantu, Dewi Mata Iblis, Iblis Gua Siluman, Pendekar dari Gunung Es, Pendekar Sadis dll. (Judulnya serem ya)

Penjual Es Batu. Setiap bulan Ramadhan tiba, bermunculan para penjual es batu di warung-warung maupun depan rumah di pinggir jalan. Es Batu tersebut biasanya ditutupi dengan serbuk kulit padi agar tahan lama (tidak cepat lumer).

O ya, waktu itu belum ada Kulkas. Kalaupun ada, tapi belum banyak digunakan

Sirine. Sebagian besar warga kota menjadikan sirine sebagai pertanda waktu berbuka puasa telah tiba, maklum Padang saat itu belum seluas sekarang. Sumber bunyi sirine berasal dari Stasiun Pusat Kereta Api di Simpang Haru Padang.

Mungkin karena saat itu belum ada TV….!!!

Menurut nenek saya, sirine tersebut adalah peninggalan Zaman Penjajahan Belanda, saya belum dapat info apakah alat ini masih berfungsi sampai sekarang?

Menu Berbuka (Takjil). Makanan/minuman yang sering disediakan untuk menu berbuka adalah Es Cincau, Teh Manis Hangat/Dingin, Es Cendol, Es Timun Serut, Kolak pisang/singkong/kundua (labu kuning), Biji Salak, Goreng Pisang/Singkong, Bubur Ketan Hitam, Lamang Tapai dll.

Semua makanan/minuman tersebut dibuat sendiri oleh nenek dan ibu, tidak ada yang beli jadi (kecuali bahan-bahannya). Sedangkan lamang beserta tapainya biasa dapat kiriman (dikasih) keluarga lain atau tetangga.

Meriam Bambu. Permainan ini sudah dipersiapkan sebelum puasa dimulai. Mencari bambu kemudian dilubangi, diisi kain yang disiram minyak tanah, bahkan ada yang diisi karbit supaya ledakannya lebih dahsyat.

Biasanya setelah berbuka kami buru-buru bermain meriam ini sampai waktu shalat Isya datang dan akan disambung kembali sepulangnya dari mesjid.

Cara membunyikannnya, api dimasukkan ke dalam lubang bambu sehingga menimbulkan dentuman, dan setelah berdentum, bambu harus ditiup untuk mengeluarkan asapya, kemudian bambunya dilap/dibersihkan kalau ada lelehan minyaknya. Akibatnya ada anak-anak yang bulu mata/hidung bahkan rambutnya ikut gosong karena hawa panas yang keluar dari bambu, meskipun tidak sampai jatuh korban.

Tentu saja permain ini sangat menggangu ketenangan warga, sehingga kami sering ditegur. Makanya tempat bermain meriam bambu biasanya jauh dari perumahan, seperti di kebun-kebun atau di lapangan, walaupun demikian dentumannya yang bersahut-sahutan, tetap saja sampai kemana-mana dan .

Pisau dari Paku. Karena tempat kami dilewati oleh jalur kereta api, kebiasaan anak-anak adalah membuat pisau dari paku berukuran besar dengan dilindas oleh roda kereta.

Paku tersebut diletakkan di atas rel sebelum kereta lewat (kami mengetahui kereta akan lewat dengan cara mendekatkan telinga ke atas permukaan rel).

Lucunya, kami (maaf) meludahi paku tersebut dengan harapan supaya lengket dan tidak jatuh ketika dilindas kereta.

Menunggu kereta lewat dan menyaksikan dari pinggir rel, paku masing-masing dilindas roda kereta dan mendapatkan hasilnya berbentuk besi gepeng yang bisa dijadikan pisau adalah suatu hal yang menyenangkan bagi kami. Paku Gepeng tersebut kemudian kami asah agar tajam untuk dijadikan pisau.

Sahur. Kami selalu dibangunkan nenek antara pukul 1 s/d 1.30 untuk makan sahur, karena kata nenek “takut kesiangan dan keburu imsak, lebih baik kecepatan daripada ga sahur sama sekali”. Padahal imsak di Padang  sekitar 4.20.

Bayangkan waktu kecil, kami berpuasa hampir selama 17 jam sehari,  dari pukul 2 dinihari sampai pukul 18.30 (karena waktu berbuka kadang2 lewat dari pk 18.30).

Padahal anak-anak sekarang baru dibangunkan sekitar 4.15, kemudian makan sahur dan pukul 4.42 imsak, sedangkan berbukanya pk 17.52. Jadi waktu menahan hanya sekitar 13 jam, singkat sekali apabila dibandingkan dengan kami (anak-anak) jaman dulu, mencapai 17 jam.

Cambuang dan Kampia. Sebelum tidur Nenek/Ibu masak nasi terlebih dahulu, kemudian disimpan dalam suatu tempat dari kaca berbentuk oval dan permukaannya cembung. Tempat ini namanya Cambuang.

Ada juga yang menyimpan nasi di dalam Kampia, yaitu dompet besar yang dianyam, dari bahan mansiang.

Ketika itu belum ada Rice Cooker/Magic Jar/Magic Com sebagai alat penanak dan penghangat nasi, maka Cambuang/Kampia Nasi tsb dibungkus/dibalut dengan selimut tebal  untuk mempertahankan agar nasi tetap panas sampai waktu makan sahur datang.

Asmara Subuh. Kegiatan positifnya adalah shalat dan mendengar ceramah Subuh di Mesjid, kemudian jalan kaki menuju Pantai Padang sambil olah aga pagi (meskipun mencapai 5 s/d 6 km), dengan tetap berpakaian lengkap seperti biasa ke mesjid, pakai sarung untuk pria dan sarung/mukena untuk perempuan. Sedangkan kegiatan negatifnya adalah, anak-anak muda minta izin ke mesjid, padahal mereka langsung ke pantai bahkan dengan pasangan masing-masing, inilah yang dinamakan dengan Asmara Subuh.

Lilin dan Kembang Api. Di awal puasa Bapak sudah membelikan kami (anak-anak) lilin dan kembang api, yang kami simpan masing-masing untuk digunakan (dibakar) pada malam puasa hari ke-27 (malam 27).

Malam 27. Menyalakan lilin dan kembang api ketika malam ke-27 bulan Ramadhan mempunyai kenangan tersendiri bagi kami, karena menjadi malam yang dinanti-nantikan anak-anak. Pada malam itu (setelah selesai berbuka), hampir setiap rumah menyalakan lilin di sepanjang teras/pagar rumah, bahkan sampai ke atas pohon.

Sangat menakjubkan……, indah sekali …!!!

Biasanya, malam itu anak laki-laki berjalan berkelompok keliling kampung, membawa mobil-mobilan yang sudah dibuat sebelumya. Roda mobil-mobilan tsb dibuat dari sendal karet bekas yang dibulatkan, sedangkan kerangkanya dari bambu yang diraut dan diikat karet, di atasny ditempelkan kaleng sebagai tempat lilin sebagai lampu mobil.

Shalat Tarawih. Ramai-ramai ke mesjid untuk shalat tarawih adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan bagi kami. Tapi sayangnya sebagian besar anak-anak (terutama anak laki-laki) lebih senang bermain dan bahkan berlarian sehingga menggangu kekhusukkan para orang tua dalam beribadah. Biasanya ada seorang pengurus mesjid yang ditakuti dan dihindari oleh anak-anak, biasanya beliau akan memarahi anak-anak jika sudah keterlaluan. Tapi besoknya tetap saja peristiwa itu terulang lagi, begitu lagi, begitu lagi……!!!

Membantu Buat Kue. Mendekati lebaran oang tua mulai sibuk mempersipkan kue-kue kering, tugas kami anak-anak adalah membantu menumbuk beras, diayak (saring) menjadi tepung dan menjemurnya di bawah terik matahari. Membantu mengaduk adonan, menggilingnya menggunakan kayu bulat panjang, membentuknya dengan cetakan, menyusun kue-kue yang akan dibakar serta membakarnya menggunakan oven sederhana. (he3…bukan microwave seperti sekarang).

Kegiatan ini bisa berlangsung sampai malam hari (hanya berhenti waktu shalat dan tarawih)

Kue favorit : Kue Semprit, Kue Dakak-dakak (Angka 8), Kacang Taujin (kacang Bawang), Kacang Telur, Kue Bawang, Kue Kembang Loyang dan Kue Arai Pinang.

Memecahkan Celengan. Saatnya tiba, melakukan persiapan lebaran. Kami biasanya ditemani nenek untuk membeli pakaian/sepatu lebaran, sedangkan untuk celana biasanya beli bahan, kemudian dijahit di tukang jahit.

Kami memecahkan celengan dan menghitung jumlah uang yang tersimpan, biasanya masing-masing sekitar 50 s/d 75 ribu, biasanya akan dicukupi oleh orang tua kalau uangnya kurang.

Malam Takbiran. Kegiatan pada malam takbiran adalah membantu Ibu mengganti gorden, taplak meja dan membersihkan perabotan.

Sementara Nenek melanjutkan membuat makanan/lontong untuk dimakan setelah selesai Shalat Idul Fitri besok harinya.

Shalat Idul Fitri. Pagi-pagi pukul setengah 6 kami sudah melakukan persiapan untuk Shalat Idul Fitri di Lapangan Dodiklat Simpang Haru (jarak sekitar 1,5 s/d 2 km dari rumah kami). Supaya tidak terburu-buru dan kebagian tempat, biasanya saya datang lebih awal dan membentangkan beberapa sajadah terlebih dahulu, baru keluarga yang lain menyusul.

Menambang. Kegiatan ini dilakukan anak-anak setiap Hari Raya Idul Fitri, yaitu datang ke rumah tetangga atau keluarga, bahkan ada yang berkunjung ke orang yang tidak dikenalnya, mengharapkan agar dikasih uang (receh).

Namanya juga anak kecil :)

***

Demikianlah beberapa kenangan selama menjalankan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, yang masih saya ingat ketika masa kecil dulu. Mudah-mudahaan bermanfaat buat kita semua.

PAGI DI CHAMP ELYSEES

Tags

IMG_9477Pagi itu udara masih terasa dingin, sepertinya baru saja turun hujan meskipun nampaknya tidak begitu deras, namun terlihat jalanan sekitarnya masih sedikit basah.

Sebagian besar toko-toko atau restoran-restoran di  sepanjang kawasan Champ Elysees masih tutup, dan sepertinya para pekerja kantor/toko juga sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja mereka masing-masing.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 509 other followers