BELAJAR BERDEMOKRASI

Tags

Apakah ini yang dinamakan demokrasi ?

Sampai kapan kita bisa menunggu orang-orang terhormat ini bisa menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh ?

Apakah mereka benar-benar memperjuangankan kita ?

Kamis (30/10), di Jakarta, DR. Kusnanto Anggoro, Pengajar di Universitas Pertahanan dan Mantan Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyatakan, bahwa  :

Demokrasi di Indonesia baru bisa berjalan sebagamana mestinya setelah 20 sampai 30 tahun yang akan datang

 

Iya….. kalau kita mau merubahnya… !!! Kalau tidak, demokrasi kita pasti akan begini-begini saja.

Setelah 69 tahun merdeka, kita baru sebatas belajar berdemokrasi.

Ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama ya ….. untuk belajar ?

Sumber video : youtube

SUMPAH PEMUDA

Tags

, ,

Besok (Selasa, 28 Oktober 2014), bangsa Indonesia memperingati Hari lahirnya Sumpah Pemuda 1928.

Para Pemuda  atas nama Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Btak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Pemuda Betawi, bersumpah.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku :

  1. Bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia
  2. Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
  3. Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesa.

***

Salut kepada Para Pemuda di jaman itu, mereka sudah mempunyai tekad yang bulat terhadap Persatuan Indonesia, padahal saat itu Indonesia belum merdeka….!!!

Kemerdekaan baru bisa diraih setelah hampir 17 tahun kemudian, yaitu pada 17 Agustus 1945.

Hendaknya hal di atas dapat dijadikan contoh bagi Pemuda di jaman sekarang.

Ayooo… !!!

Kita sudah merdeka… !!!

Jangan hanya menuntut…. jangan hanya berpangku tangan, saatnya kita berbuat, lakukan hal-hal yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa ini.

Ingat, Soekarno pernah mengatakan “Berilah aku sepuluh orang Pemuda, maka aku akan merubah dunia”. Pernyataan tsb mengisyaratkan bahwa Pemuda diharapkan dapat menjadi penggerak sebuah perubahan.

 

Sumber Video : youtube

Jakarta, 27 Oktober 2014

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Tags

, , , ,

Pancasila adalah Dasar Negara Republik Indonesia tercinta sungguh tidak diragukan lagi. Telah terbukti dan telah teruji, berpuluh-puluh tahun sejak diundangkannya pada 18 Agustus 1945 dalam sidang Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945 alinea ke-4, yang menegaskan keberadaan sila-sila Pancasila yaitu :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia

Kalaupun akhir-akhir ini ada kebingungan masyarakat tentang isue 4 Pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI ternyata sudah terbantahkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi, karena konsep tersebut tidak mempunyai landasan yang kuat, apalagi tidak didukung oleh kajian akademis.

Pada Kamis, 3 April 2014, keluar Keputusan MK atas gugatan judicial review terhadap penggunaan frasa “Pilar” untuk Pancasila dalam konsepsi 4 Pilar Kebangsaan bertentangan dengan UUD 1945.

Kenapa tiba-tiba saya membahas Pancasila ?

He3 …. sempat tegang ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan telewicara dengan anak-anak di Sentani, Papua melalui TV, ternyata anak yang diminta untuk menyebutkan ke-5 sila dalam Pancasila bisa melakukannya degan baik dan benar, sehingga Presiden berkenan mengirimkan sepeda sebagai hadiahnya.

PS : Video di atas memperlihatkan sambutan terhadap Pancasila yang disampaikan dalam pidato Presiden Soekarno pada Kongres Amerika tahun 1956.

PENTINGNYA KOMUNIKASI DAN INFORMASI

Tags

, ,

Ada tiga orang bersaudara sebut saja namanya A, B dan C, yang tinggal di tiga tempat berbeda.

Suatu ketika C dan B mau ke suatu tempat, mendengar berita tersebut A ingin ikut juga (bareng), karena memang A berencana mau ke tujuan yang sama.

Sehari sebelumnya A menyampaikan kepada C bahwa janjian akan menunggu di Tempat-1.

Singkat kata, pada hari H, B datang ke rumah C dan pukul 7.30, keduanya berangkat menuju Tempat-1.

**

Dalam waktu 5 menit kemudian…..

Ternyata A juga sampai ke rumah C, sementara B dan C sudah berangkat menuju Tempat-1 (sesuai perjanjian sebelumnya).

Orang-orang di Rumah-C merasa heran, kok A datang ke Rumah-C.

“Loh, bukannya janjian ketemu di Tempat-1 ?”

C : “Ga kok, kan tadi sudah dipesankan ke B, bahwa saya akan ke sini”

Terjadi misunderstanding…!!!

**

Untungnya jalan menuju ke Tempat-1 agak macet sehingga perjalanan B dan C baru berkisar 1 km dari Rumah-C. Terpaksalah keduanya menunggu A di Tempat-2.

Ternyata entah apa sebabnya, tiba-tiba sebelum berangkat A berpesan kepada B agar menunggu di Rumah-C saja (tidak di Tempat-1).

Sementara B menyangka terjadi perubahan tempat menunggu menjadi Tempat-1.

Kesimpulannya :

  1. A berkata kepada C akan menunggu di Tempat-1, tetapi membatalkannya kepada B.
  2. Kesalahan terjadi pada A, karena seharusnya A merubahan tempat pertemuan tsb langsung kepada C tidak melalui B, sehingga tidak terjadi salah persepsi.
  3. A tidak boleh menyalahkan B (dianggap tidak menyampaikan pesan), karena B mengira bahwa A sudah konfirmasi dengan C, sehingga B merasa tidak perlu membahas hal tsb dengan C.

TETANGGA KOK GITU

Tags

, ,

Ini adalah curhatan sahabat saya (sebut saja namanya ANDI) tentang 3 tetangganya, sehubungan dengan Andi dan keluarganya yang baru pindah (± 1 tahunan) ke sebuah komplek perumahan sederhana:

TETANGGA 1

Isteri Tetangga 1 (53 tahun), tidak pernah senyum. Sebagai yang lebih muda dan orang baru di komplek tsb Andi dan isterinya sudah mencoba untuk bertegur sapa atau senyum terlebih dahulu. Entah apa sebabnya (mungkin sudah bawaan ?) si Ibu tidak menjawab, hanya memandang dengan wajah datar, dingin dan tanpa ekspresi, seperti tidak mendengar sapaan Andi dan isterinya.

Setelah peristiwa itu, Andi dan isterinya kapok untuk tegur sapa lagi, sehingga setiap ketemu Ibu Tetangg 1, Andi/isteri akan cuek beibeh, pura-pura ga lihat (memandang ke tempat lain).

Cerita Andi tentang jemuran :

Salah satu ujung tali jemuran Tetangga 1, ditambatkan ke rumah Andi, Ibu Tetangga 1 bilang ke Asisten Andi : “Sebelum kalian tinggal di rumah ini, jemuran saya sudah begini”.

Artinya Andi/istri tidak berhak keberatan atas tali jemuran yang memasuki wilayahnya, apa lagi klo Andi mau melarangnya.

Ibu Tetangga 1 akan memindahkan jemuran Andi kalau merasa terganggu, meskipun itu tali jemuran Andi sendiri.

Kalau Andi/isteri kebetulan ketemu Ibu tsb, Si Ibu akan selalu memperhatikan detail (ngelihatiiiinn aja) apa yang dilakukan Andi/isterinya #kayak orang bloon ya dia#.

Sampai saat ini Andi masih meminta isterinya agar bersabar dengan kondisi tsb, anggap saja ga ada orang, atau anggap saja Ibu Tetangga 1 orang bodoh. “Lagian ga ada gunanya melawan orang seperti itu, kalau ribut-ribut kan kita yang malu. Yaa yang waras ngalah,”  kata Andi.

Tetangga 3 adalah seeorang karyawan kantor yang ngontrak di rumah sebelah, karena masih sendiri dia jarang menggunakan jemurannya.

Istri Andi minta ijin kepada Tetangga 3 agar bisa memakai jemuran tsb, kalau kebetulan lagi bayak cucian.

Eeeh Ibu Tetangga 1 juga ikut-ikutan memakainya, “He3…. yang minta ijin siapa yang menggunakan siapa ?”

Sehubungan dengan jemuran yang sharing ini, Ibu Tetangga 1 kembali memperlihatkan kepongahannya. Biasanya seminggu sekali dia mencuci dan menjemur handuk 5 lembar sekaligus. Lucunya pada saat menjemurkan, handuk tersebut di bentangkan memanjang atau kadang-kadang memakai dua tali jemuran sekaligus (bukan seperti biasa).

Bayangkan 5 handuk dijemur sekaligus memanjang, kalau satunya 1 meter x 5 berarti 5 meter.

Habis tuh semua tempat jemuran dikuasainya….!!!

Kalau isteri Andi sebelumnya sudah menjemur pakaian, terus terjatuh akibat Ibu Tetangga 1, pasti dibiarin saja, ga akan dibantu memberi tau atau dibantu menjemurkannya lagi.

Paling parah klo Ibu tetangga I menjemur ikan kering atau ikan asin, ga peduli dekat dengan pakaian Andi, tentu saja pakaian Andi akan bau ikan asin dibuatnya.

Meskipun demikian Andi masih bilang ke istrinya “Ya udah, jemuran kita saja yang digeser agar tidak bau ikan asin”.

Begitulah kehidupan mereka sehari-hari…..

Ternyata feodalisme terselubung masih ada di negeri ini…… he3

TETANGGA 2

Tetangga 2, Suami/Isteri ini seperti orang ga punya kerjaan. Misalnya Andi atau isterinya mencuci kendaraan, suami/isteri tsb akan komentar : “Udaahhh jangan dicuci terus, ntar lecet…”.

Atau Ibu Tetangga 2 komentar kepada isteri Andi : “Kalau ada lomba kebersihan mobil, pasti Ibu Andi juara nih”.

Kalau Andi kedatangan saudara, kadang-kadang juga ikut membantu membersihkan kendaraan Andi, pasti suami/isteri tsb komentar yang sama, dan itu selalu disampaikan kepada siapa saja saudara Andi yang sedang membersihkan kendaraan Andi.

Padahal, suami/isteri Tetangga 2 ini kehidupannya lebih mapan dibandingkan Andi sebagai keluarga baru, mereka punya kendaraan lebih banyak dari Andi, pasti merekalah yang lebih sering mencuci mobil dari Andi.

Meskipun demikian Andi sekalipun tidak pernah berkomentar tentang hal tsb.

Sejauh ini Andi selalu mengatakan kepada istrinya : “Positive thinking saja, mungkin mereka hanya sekedar bercanda”.

Tapi kadang-kadang Andi juga membatin, apakah Tetangga 2 iri ? (ga mungkin), atau mereka merasa “Gua aja yang lebih hebat, ga gitu-gitu amat. Mobil jelek saja bolak-balik dibersih in”

TETANGGA 3

Tetangga 3 sudah saya singgung di atas, dia adalah seorang karyawan, baik hati, masih sendiri, cuek, tidak banyak omong, tidak reseh, pergi pagi pulang malam, jadi kita jarang ketemu.

***

Mohon saran dari para pembaca.

Bagaimna cara mengatasi sikap Tetanga 1 dan Tetangga 2 ? Karena Tetaangga 3 no problem.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Andi dan istrinya ?

Terima kasih.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 523 other followers